Loading...

Pengunjung

Angkat Bordir Handmade Khas Malang ke Pasar Internasional, UMKM Binaan BRI Sutoyo Tembus Dubai

admin

admin

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:57

1150 | Bagikan

Angkat Bordir Handmade Khas Malang ke Pasar Internasional, UMKM Binaan BRI Sutoyo Tembus Dubai

admin - Advertorial

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:57 | 1150

Bordir handmade khas Kota Malang tembus Dubai. Kamis (28/5/2026). (ADV)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Kendati digempur produk fashion massal dan serba instan, sebuah UMKM bordir asal Malang justru tumbuh lewat sentuhan tangan, ketelatenan, dan nilai seni yang autentik.

Adalah Marsalia, brand bordir handmade binaan BRI Cabang Malang Sutoyo yang kini sukses menembus pasar internasional hingga Dubai.

Usaha yang dirintis Sri Rahayu sejak 2010 itu bermula dari sesuatu yang sederhana, yakni kecintaannya pada kerajinan tangan dan dunia menyulam.

Saat itu, ia hanya belajar secara otodidak tanpa membayangkan hobinya akan berkembang menjadi usaha dengan ratusan produk dan pasar yang semakin luas.

“Awalnya hanya berangkat dari kesukaan membuat kerajinan tangan. Tidak pernah terpikir akan berkembang sejauh ini, tetapi karena banyak yang memesan, akhirnya saya tekuni dengan lebih serius,” ujar Sri Rahayu, Rabu (27/5/2026).

Perjalanan Marsalia tidak selalu mudah. Dari usaha rumahan kecil, Sri perlahan membangun kepercayaan pelanggan melalui kualitas bordir yang rapi dan detail khas yang tidak dimiliki produk pabrikan.

Kini, Marsalia telah memiliki lebih dari 200 varian produk yang sudah menembus pasar internasional.

Salah satu produk unggulannya adalah daster bordir berbahan katun Jepang yang dikenal nyaman digunakan, tahan lama, serta memiliki motif bordir yang elegan dan berkarakter.

Seluruh proses bordir dikerjakan secara manual oleh para pengrajin perempuan di Malang.

Sentuhan handmade itulah yang menjadi kekuatan utama Marsalia. Setiap produk tidak hanya menghadirkan fungsi, tetapi juga nilai seni dan cerita di balik proses pembuatannya.

“Semua bordir dikerjakan tangan oleh ibu-ibu di sekitar sini. Saya ingin mereka juga punya penghasilan dan merasa diberdayakan,” jelas Sri.

Tak berhenti pada produk fashion, Marsalia juga berinovasi dengan memanfaatkan kain perca menjadi berbagai produk kreatif seperti tas, sandal, hingga dompet.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen usaha dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk bernilai tambah.

Perkembangan Marsalia semakin pesat setelah bergabungnya Dany Ariyanto sebagai Marketing Manager pada 2023.

Melalui pendekatan pemasaran yang lebih modern, produk-produk Marsalia mulai diperkenalkan lebih luas melalui outlet fisik, media sosial, hingga marketplace digital.

“Kami melihat potensi besar dari produk handmade ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Marsalia bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan internasional,” ungkap Dany.

Kini, produk Marsalia tidak hanya hadir di berbagai gerai UMKM di Malang dan Jawa Timur, tetapi juga telah menerima pesanan dari luar negeri, termasuk Dubai.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal berbasis keterampilan tangan mampu bersaing di pasar global.

Lebih dari sekadar bisnis, Marsalia tumbuh sebagai ruang pemberdayaan perempuan. Semakin meningkatnya permintaan pasar turut membuka peluang kerja bagi penjahit dan pembordir lokal di Malang.

Bagi Sri Rahayu, keberhasilan Marsalia bukan semata soal penjualan atau ekspansi pasar, melainkan tentang bagaimana usaha kecil dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Harapan saya sederhana, Marsalia bisa terus bertahan, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” pungkas Sri. (ADV)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri