Loading...

Pengunjung

Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Malang Raya

admin

admin

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:52

3880 | Bagikan

Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Malang Raya

admin - Religi

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:52 | 3880

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong, Selasa (17/2/2026). (Doni for JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Klenteng Eng An Kiong, Selasa (17/2/2026), tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Tri Dharma, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap geliat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Malang Raya.

Sejak pagi, ratusan umat memadati klenteng untuk melaksanakan sembahyang bersama menandai Tahun Kuda Api (Ping-Wu).

Namun di balik suasana khidmat dan doa untuk keselamatan bangsa, perayaan Imlek juga memicu perputaran ekonomi di sektor UMKM, kuliner, hingga jasa pertunjukan seni.

Juru Bicara Yayasan Klenteng Eng An Kiong, David Kurniawan, menyampaikan bahwa setiap perayaan Imlek selalu berdampak positif bagi pelaku usaha lokal.

“Perayaan Imlek bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga kebersamaan dan pergerakan ekonomi. Banyak pelaku UMKM, pedagang bunga, lilin, hio, hingga pelaku seni barongsai yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.

UMKM dan Pelaku Seni Ikut Terdongkrak

Seperti diketahui, disekitar kawasan klenteng, pedagang makanan, minuman, serta pernak-pernik Imlek terlihat ramai diserbu pengunjung.

Tidak hanya warga Tionghoa, masyarakat umum juga datang untuk menyaksikan atraksi budaya seperti barongsai yang digelar siang hingga malam hari.

Pertunjukan barongsai yang dimulai pukul 13.30 WIB menjadi magnet tersendiri. Selain menghibur, atraksi ini juga melibatkan kelompok seni lokal yang mendapatkan kesempatan tampil sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.

Hotel, restoran, dan pusat oleh-oleh di wilayah Malang Raya juga turut merasakan peningkatan kunjungan, terutama dari warga luar kota yang datang untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

Stabilitas dan Toleransi Jadi Fondasi Kesejahteraan

Dalam sambutannya, David menekankan bahwa doa utama umat di tahun 2577 adalah agar Indonesia tetap aman dan stabil.

Menurutnya, stabilitas sosial dan kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi.

“Jika negara kuat dan stabil, ekonomi pasti baik dan rakyat mudah mencari rezeki. Kami berdoa agar Kota Malang tetap aman dan tenteram,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Tahun Kuda Api (Ping-Wu) dalam perhitungan metafisika Tiongkok memiliki elemen api yang kuat, sehingga masyarakat diimbau menjaga emosi dan keharmonisan.

Pesan tersebut dinilai relevan, karena harmoni sosial menjadi kunci agar perayaan keagamaan tidak hanya mempererat toleransi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan bersama.

Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan lintas komunitas, perayaan Imlek 2577 di Malang Raya membuktikan bahwa tradisi budaya dan keagamaan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, menciptakan manfaat yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (**)

Pewarta: Dipa Nusantara Ras Muhammad
Editor: Doi Nuri