Bukan Hanya Malang Raya, Mojokerto Tersentuh Digitalisasi GNRM Unisma
Kamis, 26 Oktober 2023 - 04:09
Bukan Hanya Malang Raya, Mojokerto Tersentuh Digitalisasi GNRM Unisma
Kamis, 26 Oktober 2023 - 04:09 | 724
Pelatihan GNRM Unisma dorong desa di Malang Raya dan Mojokerto Menghadapi Era Digital. Kamis (26/10/2023). (Zuhkhriyan Zakaria/ADV)
Kabupaten Mojokerto, JN – Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Universitas Islam Malang (Unisma) telah mengambil peran proaktif dalam mengubah lanskap bisnis di beberapa daerah, termasuk Malang Raya dan Kabupaten Mojokerto, Rabu (13/9/2023) lalu.
GNRM adalah program dari Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia (FRI) menggandeng Unisma.
Pemateri sekaligus Dosen dan Pakar Ekonomi, Abdullah Syakur Novianto SE MM mengatakan agenda kali ini adalah tahun ketiga pelaksanaan GNRM.
"Tema lebih spesifik diberikan pada setiap kampus anggota konsorsium, untuk melaksanakan tahun ini Unisma dipercaya pada tema digital marketing dan e-commerce platform," katanya.
Pelatihan dan pendampingan digital marketing, dikatakan Abdullah telah menjadi kunci dalam mempersiapkan para wirausaha lokal menghadapi tantangan era digital.
Abdullah berpendapat, e-commerce adalah penjualan dan pembelian yang dapat dilakukan secara elektronik contohnya melalui handphone.
"Jadi e-commerce juga memiliki manfaat yang luas contohnya seperti jangkauan yang luas seperti pembelian biosa dilakukan konsumen dari segala penjuru, transaksi bisa dilakukan dimana-mana, tidak ada Batasan waktu dan tidak perlu stok barang sendiri," jelas dia.
Director Snapcart Indonesia, Astrid Wiliandry memaparkan, dalam era digital yang berkembang pesat dua tahun terakhir ini, tren belanja online juga terus berkembang, mulai dari faktor yang dicari saat berbelanja online, pilihan promo yang dimanfaatkan hingga berbagai cara baru atau fitur yang muncul untuk melengkapi pengalaman berbelanja.

"Ini bermakna revolusi e-commerce telah tiba di Indonesia tidak terkecuali di Malang Raya dan Mojokerto, dan para pionirnya adalah para warga di 10 desa yang bersemangat dan siap beradaptasi dengan perubahan yang menghantam ekonomi lokal.
Dengan tekad kuat dan bimbingan yang memadai," kata Astrid.
Sekadar informasi, GNRM Unisma telah mendorong 10 desa di Malang Raya dan Mojokerto untuk meraih kesuksesan dalam menjalani perubahan era digital yang mungkin akan mengubah cara mereka berbisnis dan bersaing di pasar global.
Seperti Desa Sumberpetung Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang memiliki potensi yang melimpah mencakupi dari segi wisata, kerajinan local, dan pertanian.
Potensi yang ada di Desa Sumberpetung semua dapat dioptimalakan melalui penjualan yang dilakukan melalui E-Commerce.
Pelatihan dan pendampingan dijadikan penyulut yang bisa membangkitkan inovasi baru bagi warga sumberpetung.
"Sebab harus ada gerakan baru di Desa Sumberpetung dalam hal usaha karena Desa Sumberpetung memiliki potensi sangat melimpah," imbuh dia.
Pemateri lainnya di Kabupaten Mojokerto sekaligus Dosen dan Pakar Komunikasi Unisma, Dadang Krisdianto SSos MSi mengatakan e-commerce yang menduduki peringkat tertinggi mulai dari Shopee, Tokopedia, dan Lazada.
"Terdapat banyak kelebihan dari E-Commerce yaitu peningkatan jangkauan dan visibilitas di era sekarang hampir semua orang berbelanja di E-commerce meski hanya satu kali," kata Dadang.
Bahkan ketika buka aplikasi yang lain, lanjut dia, keluar Algoritma sesuai yang dicari. Misalnya baju.
Bisnis medsos dan E-Commerce terancam dilarang karena sejatinya sosial media ajang untuk komunikasi jarak jauh (silahturahmi, red) bukan untuk penjualan. Jika ingin menjual ada wadahnya sendiri.
Pemanfaatan E-Commerce diperkirakan Dadang, akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang dengan AI foto bisa berbicara.
Komunikasi virtual bisa melihat tempat atau barang seakan-akan secara riil/nyata tanpa harus dating ke tempatnya langsung.
Tantangan dan kekhawatiran dengan adanya E-Commerce yakni penjual toko-toko offline akan sepi pembeli bahkan mereka tidak bisa membayar sewa.
K"elemahan dari E-Commerce kita harus selalu on. Dengan data analisis bisa mengerti apa yang viral atau yang paling banyak orang gunakan," katanya.
Dadang mengutarakan, daripada media sosial digunakan untuk curhat atau sekedar memposting foto lebih baik kita memanfaatkan untuk berbisnis dengan sosial media terdiri dari facebook, Instagram, Tik Tok, Twitter, dan Youtube.
"Saat ini Fcebook menjadi platform pemasaran tertinngi kaena Facebook user Friendly," tegas Dadang.
Sementara itu, pendamping program di
Desa Kalipare, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, sekaligus Dosen Unisma, Mohammad Bastomi SE ME pada Sabtu (16/9/2023) lalu menyampaikan bahwa E-Commerce adalah dinamika teknologi aplikasi yang dapat digunkan untuk transaksi.
Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia menurut dia berkembang pesat. Faktor yang melatar belakangi peralihan ke E-Commerce yaitu kualitas produk yang dapat dilihat dalam hanya satu toko, layanan pengiriman yang bervariatif, transaksi menajadi lebih mudah dan praktis.
"Manfaat E-Commerce bagi ekonomi masyarakat antara lain peluang masyarakat berbinis tanpa modal yang besar. Kedua, sasaran pasar diajangkau lebih luas. Ketiga, meningkatkan perdagangan dan kesejahteraan masyarakat. Keempat, memangkas biaya pemasaran, dan terakhir, memudahkan konsumen untuk berbelanja kapan saja," urai dia.
Cara kerja E-Commerce melalui penjual mendaftar, menjual, pembelian oleh konsumen, transaksi dan pengiriman, dalam satu aplikasi.
Pelaksanaan tidak hanya di tiga Desa diatas tetapi ada tujuh Desa lainnya diantaranya Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Desa Sukolilo Kecamatan Wajak Kabupaten Malang, Desa Patokpicis, Desa Wonoayu, Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang, Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kelurahan Madyopuro, dan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Bastomi berharap, semoga melalui upaya luar biasa ini, para wirausaha di desa-desa Malang Raya dan Mojokerto dapat berkembang dan sukses dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan ini.
"Doa kami adalah semoga semangat perubahan dan kolaborasi ini akan membawa kemakmuran bagi komunitas lokal dan menginspirasi perubahan positif yang lebih besar," ungkap dia.
Bersama-sama, Bastomi mengajak melihat masa depan dengan optimisme dan keyakinan bahwa revolusi e-commerce ini akan menjadi terobosan berharga dalam mengubah kehidupan ekonomi lokal menjadi lebih kuat dan berkelanjutan. (ADV)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno