Emansipasi Perempuan Dibangun Kris Dayanti Lewat Filosofi Kebaya
Rabu, 24 Juli 2024 - 13:23
Emansipasi Perempuan Dibangun Kris Dayanti Lewat Filosofi Kebaya
Rabu, 24 Juli 2024 - 13:23 | 772
Filosofi kebaya sebagai penguatan perempuan sebagai unsur penting bangsa. Rabu (24/7/2024). (ADV)
Kota Batu, JN – Puluhan perempuan lanjut usia (lansia) mendapatkan kesempatan berdialog dengan Calon Wali Kota Batu dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, bertempat di pendopo budayawan Hj Agung Shinta, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Rabu (24/8/2024).
Dalam tajuk 'Perempuan Indonesia Berkebaya, Berkarya dan Berbudaya Peduli Lansia Menuju Indonesia Emas' memperingati Hari Kebaya Nasional.
"Salah satu kepribadian perempuan Indonesia,seperti dalam falsafah Tri Sakti bung Karno, adalah berdikari dalam budaya, sehingga perempuan Indonesia yang berkepribadian," katanya.
Filosofi Kebaya yang melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan perempuan Indonesia, disebut Kris Dayanti adalah poin yang wajib dipertahankan.
"Sudah menjadi keharusan bagi perempuan Jawa, berkebaya itu jati diri perempuan Jawa yang harus dipertahankan , itu budaya luhur dan adi luhung yang sudah jamaknya kita lestarikan," tandas Diva Pop Indonesia itu.
Sementara budayawan sekaligus tokoh Kota Batu Hj Agung Shinta menegaskan, pakaian Kebaya bukan hanya sebagai pakaian. Tetapi lebih menjadi warisan budaya tak benda yang melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan para perempuan Indonesia.
"Sebuah identitas bangsa, adalah sebuah harga diri yang sarat nilai-nilai luhung. Maka dari itu, dengan tetap memperjuangkan identitas ini tetap hidup, adalah sebuah jati diri," pungkasnya. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno