Gus Dur ditetapkan Pahlawan Nasional, FPKB Kota Batu gelar Tasyakuran di gedung DPRD Kota Batu
Jumat, 14 November 2025 - 14:39
Gus Dur ditetapkan Pahlawan Nasional, FPKB Kota Batu gelar Tasyakuran di gedung DPRD Kota Batu
Jumat, 14 November 2025 - 14:39 | 1376
Berlangsung di ruang Ketua DPRD Kota Batu, tasyakuran atas penetpan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum Gus Dur oleh FPKB. Jumat (14/11/2025). (ADV)
Kota Batu, JN — Tiga tokoh Jatim yang baru saja dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November lalu, yakni Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan aktivis buruh Marsinah.
Penetapan gelar Pahlawan Nasional atas ketiga tokoh ini, dirayakan oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kota Batu.
Tasyakuran yang berlangsung hikmah ini digelar di ruang kerja Ketua DPRD Kota Batu, Jumat (14/11/2025) juga dihadiri Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, M Hasan Abdillah menegaskan momentum ini menjadi ajang ungkapan syukur sekaligus refleksi perjuangan para tokoh yang berjasa besar bagi bangsa.
Hasan memaparkan, dari 10 pahlawan yang ditetapkan, 3 di antaranya memiliki sambung sanad spiritual yang kuat dengan PKB.
"Sengaja kami rayakan untuk ketiga tokoh tersebut memiliki hubungan batin dan nilai perjuangan yang sangat dekat dengan DNA PKB," tegas dia.
Bagi Hasan, penetapan 3 pahlawan ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga pengingat akan warisan perjuangan yang harus mereka lanjutkan.
Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menguraikan masing-masing nilai tokoh yang dirayakan.
Syaikhona Kholil, ulama kharismatik asal Bangkalan, disebut-sebut sebagai 'Bapak Pesantren' dan mahaguru para kiai Nusantara.
"Kontribusinya dalam membangun tradisi keilmuan Islam menjadi fondasi penting perkembangan pesantren di Indonesia," papar Hasan.
Dalam pandangan Hasan, tentang Gus Dur, menurut dia putra KH Wahid Hasyim itu merupakan Presiden ke-4 RI, tokoh pluralisme, sekaligus pendiri PKB menempati ruang khusus di hati seluruh kader.
"Beliau pendiri murni PKB, ketua umum pertama, dan guru bangsa. Maka sangat wajar jika kami mensyukuri dengan penuh kegembiraan," katanya.
Lantas apresiasi terhadap Marsinah, aktivis buruh yang gugur pada 1993, dinilai sebagai simbol keberanian dan keadilan bagi kaum pekerja.
Hasan mengagumi semangatnya memperjuangkan hak-hak buruh menjadi inspirasi bagi PKB untuk terus berpihak pada kelompok yang lemah.
"PKB pernah memberikan penyematan kepada Marsinah. Ini menjadi kebanggaan tersendiri," jelas Hasan.
Ketiga tokoh ini, dijelaskan Hasan adalah pembawa pesan berbeda namun bermuara pada nilai-nilai yang sama yakni, perjuangan, keberanian dan keberpihakan pada rakyat.
"Tasyakuran ini menjadi momen refleksi agar kami sebagai pewaris perjuangan tetap tegak lurus dengan amanat partai," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, HM Didik Subiyanto, menambahkan, apresiasinya atas penetapan gelar pahlawan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan yang dinilai tepat sasaran.
"Ketiga tokoh ini patut ditauladani. Semangatnya relevan sepanjang zaman, baik keilmuan, kepemimpinan, maupun perjuangannya,” kata pria yang karib disapa Mas Kaji itu.
Mas Kaji juga mengapresiasi hadiran lintas fraksi dalam acara tasyakuran ini, sebab menurut dia adalah sinyal bahwa penghargaan terhadap ketiga tokoh tersebut tak hanya milik satu kelompok, tetapi menjadi kebanggaan bersama masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Batu.
"Kita layak meneladani semangat perjuangan Syaikhona Kholil, Gus Dur, dan Marsinah, tiga tokoh yang mengisi ruang sejarah dengan jalan perjuangan masing-masing," pungkas dia. (ADV)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri