ICONETOS 2024 Simposium Kesetaraan Gender dan Perlawanan Terhadap Kekerasan
Jumat, 22 November 2024 - 11:38
ICONETOS 2024 Simposium Kesetaraan Gender dan Perlawanan Terhadap Kekerasan
Jumat, 22 November 2024 - 11:38 | 1311
UIN Maliki Malang gelar ICONETOS 2024 diskusikan kesetaraan gender. Kamis (21/11/2024). (ADV)
Kota Malang, JN – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, gelar International Conference of Engineering, Technology, and Social Sciences (ICONETOS).
Agenda ini digelar sebagai dukungan Sustainable Development Goals (SDGs), atau tujuan berkelanjutan tentang kesetaraan gender.
Bertempat di Home Theater lantai 3 Fakultas Humaniora ini mengusung tema 'Promoting Gender Equality through Education and Technology Based on Islamic Values to Support SDGs'.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
(LP2M) UIN Maliki Malang ini mengulas tentang kekerasan seksual kepada perempuan.
Pusat studi di bawah pimpinan Dr Istiadah MA ini, mencoba menyuarakan pentingnya kesadaran menghentikan segala bentuk penindasan atau kekerasan, utamanya terhadap anak dan perempuan.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Umi Sumbulah MAg menyatakan, bahwa kesetaraan gender bukan hanya sekadar pergerakan tanpa target.
"Tujuan besar yang ingin dicapai dari gerakan ini adalah untuk memperkuat pembangunan negara, Indonesia" kata Umi.
Untuk menjalankan pemerintahan secara efektif dan efisien, Umi berpandangan pembangunan berbasis gender harus menjadi salah satu landasan utama.
"Dengan ini, segala bentuk diskriminatif terhadap perempuan dan anak dapat diakhiri,” papar Prof Umi.
Perempuan, lanjut Umi, dengan cara apapun berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Secara nilai, gerakan kesetaraan gender ini tidak berbeda dengan ajaran Islam.
"Yang membedakan manusia hanya ketakwaan dan amal baiknya,” jabar guru besar di Fakultas Syariah ini.
Karena itu, Umi menegaskan, untuk mempromosikan gerakan kesetaraan gender ini, maka jalur pendidikan adalah jalan yang efektif.
Sebagai informasi,acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maliki Malang.
Hadir pula, para pegiat gender, seperti One Widyawati (Kabid Kesetaraan Gender, DP3AK Jawa Timur), Sukesi Rahayu, Sukesi Rahayu (ISI Surakarta), Saira Kazmi (Quaid-i Azam University, Pakistan), Noornajihan Jafar (Universiti Sains Islam Malaya), Listia (Pappyruz Yogyakarta), dan Hosniah Salaeh (Fatony University, Thailand). (ADV)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri