Pelatihan AI FIB UB Bekali Tenaga Ajar Bahasa Inggris Lebih Kritis, Kreatif, dan Beretika
Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56
Pelatihan AI FIB UB Bekali Tenaga Ajar Bahasa Inggris Lebih Kritis, Kreatif, dan Beretika
Jumat, 16 Januari 2026 - 10:56 | 1093
FIB UB gelar pelatihan pemanfaatan AI bagi tenaga ajar Bahasa Inggris SMA dan SMK se Malang Raya. Jumat (16/1/2026) . (FIK UB for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) menggelar pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) bagi tenaga ajar Bahasa Inggris SMA dan SMK di Malang dan sekitarnya.
Kegiatan yang berlangsung Senin 12 Januari 2026 lalu, memberikan bekal praktis agar tenaga ajar mampu memanfaatkan AI secara kritis, kreatif, dan tetap berlandaskan nilai moral serta budaya lokal.
Pelatihan bertajuk “Promoting Critical & Creative Thinking While Using AI. Integrating Moral Values & Local Culture” ini digelar bekerja sama dengan TEFLIN Wilayah Jawa Timur.
Peserta tidak hanya dikenalkan pada teknologi AI, tetapi juga dilatih menggunakannya sebagai alat bantu pembelajaran yang mendorong daya nalar dan imajinasi siswa.
Koordinator TEFLIN Jatim, Prof. Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan ini membantu tenaga ajar memahami peran AI secara tepat dalam kelas.
“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi membantu guru melatih siswa berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya.
Melalui sesi materi dan praktik langsung, peserta belajar memanfaatkan AI untuk menyusun teks Bahasa Inggris, mengembangkan materi berbasis budaya lokal, serta mengevaluasi secara kritis hasil yang dihasilkan teknologi.
Pendekatan ini memperkuat peran tenaga ajar sebagai pengendali utama pembelajaran.
Dekan FIB UB, Sahiruddin, M.A., Ph.D., menambahkan bahwa pemanfaatan AI yang tepat dapat meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan nilai dan karakter.
Lewat pelatihan ini, tenaga ajar diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran Bahasa Inggris di era digital, dengan tetap mengedepankan etika, kreativitas, dan kearifan lokal. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri