Loading...

Pengunjung

Proses Ujian Masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dievaluasi Demi Kualitas

admin

admin

Minggu, 29 September 2024 - 17:52

1433 | Bagikan

Proses Ujian Masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dievaluasi Demi Kualitas

admin - Advertorial

Minggu, 29 September 2024 - 17:52 | 1433

Evaluasi penerimaan mahasiswa baru SPAN-PTKIN tahun 2024 berlangsung hingga larut malam. Kamis (26/9/2024). (ADV)

Kota Malang, JN – Berlangsung di Hall Hotel Royal Senyiur, Prigen, Kabupaten Pasuruan proses ujian masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dievaluasi.

Agenda ini merupakan lanjutan dari evaluasi penerimaan mahasiswa baru SPAN-PTKIN tahun 2024 berlangsung hingga larut malam, Kamis (26/9/2024).

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru Imam Ahmad, memaparkan data dan serba-serbi lainnya terkait proses ujian masuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Imam melaporkan jika memang ada kenaikan dalam jumlah mahasiswa baru tahun 2024. Namun, jumlah tersebut kurang signifikan.

Ia dan timnya bekerja dengan dukungan para pimpinan UIN Malang sejak jauh hari. Alhasil, proses penerimaan maba tidak mengecewakan.

Sangat wajar, kata Imam Ahmad, jika kampus ingin mendapatkan mahasiswa sebanyak mungkin. Jumlah mahasiswa yang banyak tentu menjadi poin plus saat akreditasi.

Namun, menurutnya, pihak kampus harus komitmen dengan standar minimum penerimaan mabanya. Jika hasil ujian calon maba tidak layak, maka tidak perlu dipaksakan diterima.

“Memenuhi kuota memang penting, tapi jika yang diterima nilainya di bawah standar juga kurang baik,” tuturnya.

Pasca presentasi setiap tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Rektor UIN Malang Prof Dr H M Zainuddin MA mengutarakan pendapatnya.

Dirinya beserta seluruh jajaran tim mengapresiasi tinggi kinerja tim PMB. Ia juga memberi wejangan untuk selalu melakukan tiga hal yang urgen demi pengembangan kampus berlogo Ulul Albab ini.

"Selalu kolaborasi, sinergi, dan networking,” tegasnya.

Melakukan tiga hal ini, lanjut rektor, berimbas positif terhadap kualitas dan akreditasi UIN Malang.

“Luasnya kerjasama juga menaikkan level dan melancarkan jalan kita menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum,” imbuhnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr Hj Umi Sumbulah MAg menambahkan, bahwa UIN Malang harus membuka kerjasama dengan mitra yang lebih luas.

Setahun belakangan, pihak pimpinan sudah mengadakan benchmarking ke berbagai lembaga di dalam dan luar negeri.

"Semoga di tahun depan, ada mahasiswa-mahasiswa baru yang kita dapatkan dari special admission ini,” harapnya.

Dr H Isroqunnajah MAg selalu Wakil Rektor Bidang Kerjasama menyambung bahwa tim PMB harus meneliti kembali peminat di setiap jalur.

“Jalur mana yang minatnya tinggi, harus jadi perhatian khusus,” tambahnya.

Ketua Kantor Admisi Dr H Miftahul Huda SHI MH menyampaikan hasil kerja timnya selama beberapa bulan terakhir dalam upaya mempromosikan UIN Malang.

Pihaknya secara khusus sudah mengunjungi berbagai sekolah dan pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Selaras dengan kinerja Kantor Admisi, survey yang dilakukan Pusat Ma’had Al Jami’ah menunjukkan bahwa 47% maba UIN Malang tercatat pernah belajar di pesantren.

Artinya, saat ini minat lulusan pesantren masih tinggi terhadap UIN Malang. Sehingga, tidak sia-sia meningkatkan kerjasama dengan lembaga-lembaga pondok pesantren di berbagai daerah untuk menambah jumlah maba. (ADV)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno