Senior BRIN Bicara Metodologi LP2M di UIN Maliki Malang
Jumat, 01 November 2024 - 07:45
Senior BRIN Bicara Metodologi LP2M di UIN Maliki Malang
Jumat, 01 November 2024 - 07:45 | 1445
Prof Alie Humaedi sebut banyak 'modal' dalam komunitas desa yang terlupakan dalam pengabdian kepada masyarakat. Jumat (1/11/2024). (ADV)
Kota Malang, JN – Pembicara senior dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr M Alie Humaedi MHum bekali para dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Pelatihan Metodologi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset.
Alie menyatakan bahwa desa bukan hanya sebuah ruang wilayah bagi tempat tinggal penduduk atau warga negara.
Ia bahkan menegaskan jika desa juga sebuah entitas dan ekosistem yang bisa tumbuh dan berkembang.
“Di dalamnya juga menginternalisasi seluruh nilai kehidupan bermasyarakat,” jelas Alie.
Pria yang menjabat sebagai Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas di BRIN tersebut mengatakan bahwa fakta-fakta ini ingin dia sebut dengan ‘modal’.
"Modal yang bisa diteliti dalam wilayah selatan Jawa ialah ekonomi pasar. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan pasar di area itu sangat hidup," lanjut dia.
Perempuan-perempuan dipandang Alie, berperan besar di dalamnya. Karena itu pula, penelitian dalam pemberdayaan perempuan di lingkup ekonomi menurut dia layak diteliti di sini.
“Ternyata, dalam wilayah tersebut, perempuan bukan cuma sekadar ‘konco wingking’,” jelas Prof. Alie.
Perempuan, di wilayah selatan Jawa disebutnya memiliki multi peran selain peran domestik. Perempuan bisa dengan luwes berkolaborasi dalam livelihood system.
Saat memaparkan materinya, ia mengungkapkan bahwa belum banyak para peneliti yang menyentuh area selatan Pulau Jawa, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Padahal area-area tersebut keunikannya banyak, hanya saja kurang dilirik,” imbuhnya.
Justru, ia melanjutkan, yang paling banyak ditemukan dari area-area selatan Jawa ialah label saja.
“Salah satu label yang melekat ialah kriminologi jika ditilik dari sejarah Indonesia,” paparnya. Label lainnya ialah bahwa wilayah selatan Jawa terkenal dengan hal-hal mistis serta kepadatan penduduk dan kekumuhan.
Karena banyaknya labelling tersebut, peneliti gagal menemukan fakta-fakta lain yang bernilai riset. (ADV)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri