Loading...

Pengunjung

Tasrikh, Bank Sampah Ala MI Khadijah Malang, Edukatif dan Produktif

admin

admin

Sabtu, 09 November 2024 - 06:53

2520 | Bagikan

Tasrikh, Bank Sampah Ala MI Khadijah Malang, Edukatif dan Produktif

admin - Advertorial

Sabtu, 09 November 2024 - 06:53 | 2520

Tasrikh, adalah tabungan sampah untuk prestasi siswa di MI Khadijah Malang. Sabtu (9/11/2024). (Humas MI KH for JN)

Kota Malang, JN – Madarasah Ibtidaiyah (MI) Khadijah Kota Malang, inisiasi cara kreatif dalam membentuk mindset produktif kepada para siswanya.

Adalah Tabungan Sampah untuk Prestasi MI Khadijah (Tasrikh) merupakan terobosan unik dari sekolah yang berdiri pada 1986 itu, untuk membiasakan para siswa memperlakukan sampah secara produktif.

Kepala MI Khadijah Dra Sa'adah mengatakan, bersama seluruh warga sekolah, pihaknya bersinergi melakukan berbagai upaya. Misalnya Gerakan 4 R (reuse, reduce, recycle, dan replace).

Sebab itulah, Sa'adah melaunching MI program Tasrikh pada Jumat 8 November 2024, sebagai identitas Bank Sampah yang ada di lingkungan sekolah untuk kemudian bisa memberikan manfaat.

"Tabungan sampah tersebut difungsikan sebagai penunjang prestasi siswa. Tabungan ini juga dihasilkan sendiri oleh siswa dari kegiatan mengumpulkan sampah non organik dari rumah," terang dia.

Selain menghasilkan secara ekonomi, program Tasrikh juga mengurangi timbunan sampah plastik, serta menanamkan budaya RLH (ramah lingkungan hidup) pada warga madrasah.

Sa'adah menginformasikan, seluruh pengurus dari Bank Sampah Tasrikh muri dikelola oleh wali murid.

"Dengan langkah kecil ini, akan memiliki manfaat besar, baik terhadap lingkungan sekitar, menumbuhkan karakter ramah lingkungan dan gemar menabung siswa MI Khadijah, serta menjadi ladang amal sedekah bagi seluruh warga madrasah," urai dia.

Dari hasil menabung sampah tersebut, Sa'adah mengatakan, setiap 50 % akan disalurkan sebagai dana sosial untuk membantu siswa lain yang kekurangan.

Sebagai informasi, dikutip dari rri.co.id oelh jurnalnusa.com bahwa sampah plastik masih menjadi masalah dunia yang tak kunjung usai.

Mengapa plastik sangat meresahkan? Ya karena sampah plastik sulit terurai di alam. Membutuhkan waktu sekitar 350 tahun untuk terurai.

Saat ini volume sampah plastik di dunia mencapai angka yang fantastis, yakni 8 miliar ton. Bahkan disinyalir Indonesia menempati peringkat ke lima dunia sebagai negara pembuang sampah plastik ke laut dengan volume 56,333 ton. (ADV) 

Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri