Loading...

Pengunjung

Tekad Turunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Dishub dan 'Si Slamet Sekolah' Hadir di SMA Islam Hasyim Asy'ari Batu

admin

admin

Rabu, 24 September 2025 - 17:37

1167 | Bagikan

Tekad Turunkan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Dishub dan 'Si Slamet Sekolah' Hadir di SMA Islam Hasyim Asy'ari Batu

admin - Advertorial

Rabu, 24 September 2025 - 17:37 | 1167

Sosialisasi modul 'Si Slamet Sekolah' berlangsung di di SMA Islam Hasyim Asy’ari.Rabu (24/9/2025). (ADV)

Kota Batu, JN — Sosialisasi Keselamatan Pelajar Sekolah (Si Slamet Sekolah) dalam bentuk modul, pada hari pertama berlanjut di SMA Islam Hasyim Asy'ari Kota Batu.

Plh Sekretaris Dishub Kota Batu, Hari Juni SE MM kepada awak media mengatakan, jika agenda ini berbeda dari seminar biasa.

Modul 'Si Slamet Sekolah' menekankan praktik dengan bimbingan petugas Satlantas Polres Batu, salah satunya menunjukkan cara berkendara yang benar dan salah.

"Termasuk titik buta pengendara yang kerap diabaikan. Siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat langsung dampaknya," jelas Hari.

Ia lantas berharap, dengan sosialisasi ini para pelajar paham risiko dan tanggung jawab berkendara.

"Mengemudi itu boleh setelah umur 17 tahun dan wajib memiliki SIM C. Pesan ini harus viral di kalangan pelajar agar praktik berkendara di bawah umur bisa dicegah,” tukasnya.

Hari memastikan, 'Si Slamet Sekolah' akan menjadi agenda berkelanjutan. Selain menekan angka kecelakaan, program ini diharapkan membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab pada generasi muda Kota Batu.

Dalam pertemuan di SMA Islam Hasyim Asy'ari ini, 
Aiptu Jansen De Okto Bryanto SH dari Polres Batu menyampaikan materi tentang bahaya narkoba.

Penekanan bahwa narkoba tidak hanya merusak konsentrasi saat berkendara, tetapi juga menghancurkan masa depan turut disampaikan.

“Kenali sejak dini, jauhi dan jangan sampai satu keputusan salah membuat kalian menyesal seumur hidup,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Islam Hasyim Asy’ari, Dra Yuliani Rahayu, mengapresiasi penuh program Dishub ini.

Ia menyampaikan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas sangat dibutuhkan, sekaligus menyoroti persoalan akses transportasi bagi siswa.

“Akses angkutan umum ke pelosok tempat tinggal siswa masih terbatas. Ini yang sering memicu mereka membawa kendaraan sendiri. Kami berharap ada solusi transportasi yang lebih aman dan terjangkau, misalnya titik penjemputan di setiap desa,” ungkapnya. (ADV)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri