Toleransi Beragama Bertaraf Internasional Digelar UIN Malang di Thailand
Minggu, 20 Oktober 2024 - 04:22
Toleransi Beragama Bertaraf Internasional Digelar UIN Malang di Thailand
Minggu, 20 Oktober 2024 - 04:22 | 1492
Rektor UIN Malang dalam Interreligious Dialogue for Reconciliation and Resilience. Sabtu (19/10/2024). (ADV).
Internasional, JN – Institute of Science Innovation and Culture, Rajamanggala University of Technology Krungthep bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang menggelar diskusi toleransi beragama.
Agenda tersebut bertajuk International Conference on Interreligious Dialogue for Reconciliation and Resilience: Southeast Asia Focus pada 19 Oktober 2024 di Lee Garden Resort Hatyai, Songkhla, Thailand.
International Conference kali ini menarik perhatian praktisi, akademisi juga pemimpin agama dari berbagai negara termasuk Slovenia, India, Sri Lanka, Myanmar, Indonesia and Libya.
Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Dr Kamol Rodklai, Chairman of Committe on Education, HE, Science, Research and Innovation (The Senate Committe) mengatakan jika dialog antar umat beragama dapat menjadi jembatan dalam menciptakan harmoni.
"Dengan membangun pemahaman bersama, menghargai perbedaan, mengurangi stereotip maka kita dapat mengatasi konflik serta mendorong kolaborasi dalam kegiatan sosial dan pendidikan yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan keberagaman," kata Kamol.
Menurut dia, pendidikan berfungsi sebagai alat untuk menciptakan inklusivitas, toleransi, dan empati. Dengan mendorong dialog terbuka kita dapat menggali berbagi potensi yang dapat menyediakan pengalaman praktis sehingga dapat tercipta semangat kolaborasi antar bangsa.
Assoc Prof Dr Pichai Janmanee selaku President of Rajamanggala University of Technology Krungthep menyambut hangat seluruh audiens multikultural yang hadir dari 15 negara.
Pichai juga mengucapkan terimakasih kepada UIN Malang yang telah menjalin sinergi kuat melalui program interreligious dialogue.
"Melalui inisiatif ini, kita tidak hanya membahas perbedaan keyakinan, tetapi juga memperkuat pemahaman dan menghargai perspektif yang beragam serta berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, di mana setiap suara didengar dan dihargai," katanya.
Picai lantas mengimbau, agar bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, di mana harmoni dan saling pengertian menjadi landasan bagi peradaban kita.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Mr. Rungroj Laesup, Governor of Songkhla Province menyambut hangat seluruh praktisi yang telah hadir dalam International Conference kali ini.
Saya berharap pertemuan ini dapat menjadi wadah yang produktif untuk berbagi ide, pengalaman, dan strategi dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan menciptakan harmoni di tengah keberagaman.
Tak kalah menarik, Assoc Prof Charn Tanadngarn yang saat ini menjabat sebagai Chairman of University Council mengatakan bahwa International Conference on Interreligious Dialogue for Reconciliation and Reselience memberikan apresiasi.
"Agenda ini merupakan satu milestone luar biasa dalam menciptakan mutual understanding untuk memberikan impact kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan yang disampaikan oleh Prof Zainuddin, menggaris bawahi tema penting, yaitu moderasi beragama.
"Kondisi dunia yang semakin kompleks dan beragam ini, moderasi beragama menjadi kunci untuk menciptakan suasana yang damai dan harmonis," ungkap dia.
Moderasi beragama, disebut Zainuddin bukan hanya tentang toleransi, tetapi juga tentang saling menghormati dan memahami nilai-nilai yang ada dalam setiap keyakinan.
"Hari ini, kita mendiskusikan bagaimana moderasi beragama dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam komunitas maupun dalam hubungan antarindividu," tukasnya.
Melalui dialog dan kolaborasi, Zainuddin berharap dapat membangun jembatan antara berbagai keyakinan dan menciptakan lingkungan yang inklusif.
"Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk belajar satu sama lain, berbagi pengalaman, dan menguatkan komitmen kita terhadap moderasi. Dengan cara ini, kita dapat berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang harmoni," pungkas dia.
Sebagai informasi, Zainuddin memastikan jika International Conference selanjutnya dapat dilaksanakan di UIN Malang.
Sesi di akhiri dengan penyerahan cinderamata kepada para keynote speaker.
UIN Malang sebagai co-organized pada International Conference menghadirkan para scholars guna mempresentasikan penelitian.
Hasil penelitian tersebut disampaikan oleh Prof Dr Hj Umi Sumbulah M Ag. selanjutnya Dr Isroqunnajah MAg. Kemudian Prof Dr Sri Harini MSi.
Hadir pula Prof Dr Langgeng Budianto MPd. Juga oleh Prof Dr. Achmad Khudori Sholeh M Ag, lantas Prof Dr Sudirman Hasan MA, kemudian Dr Hj Sulalah M Ag, ada pula Dr M Yunus M Si, lalu Drs Basri PhD dan terakhir ada Jamilah PhD. (ADV)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri