Loading...

Pengunjung

UIN Maulana Malik Ibrahim Go To Green Campus

admin

admin

Selasa, 31 Oktober 2023 - 14:06

892 | Bagikan

UIN Maulana Malik Ibrahim Go To Green Campus

admin - Advertorial

Selasa, 31 Oktober 2023 - 14:06 | 892

Kampus UIN Malang bertekad menjadi Kampus Hijau atau Green Campus. Selasa (31/10/2023). (Doi Nuri / ADV)

Kota Batu, JN – Total lahan seluas 120 hektar, 40% yang dimiliki Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kampus III, dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mendukung transformasi Kota Batu menjadi destinasi pariwisata yang menyajikan udara sejuk.

Rektor UIN Malang, Prof Dr HM Zainuddin, mengaku telah mendapatkan dukungan dan kerjasama yang berkelanjutan dari Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur.

“Kami sangat bangga dapat berkontribusi dalam mewujudkan visi Kota Batu sebagai destinasi pariwisata yang berudara segar. Kerjasama ini adalah contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan dan pemerintah dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” kata dia.

Melalui kerjasama ini, Zainudin berharap Kota Batu akan menjadi destinasi yang memadukan keindahan alam dengan nilai-nilai keberlanjutan, dan memberikan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Jawa Timur untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia menyebutkan tentang visinya untuk menjadikan kampus ini sebagai pusat pendidikan ramah lingkungan yang menjadi contoh bagi institusi pendidikan di seluruh Indonesia.

“Kami memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan dan generasi mendatang. Dengan menerapkan konsep Green Campus, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang seimbang dengan alam sekitar, dan mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan kepada mahasiswa kami,” ujar Zainuddin.

Pengembangan Green Campus ini menurut Zainudin, akan meliputi serangkaian inisiatif, termasuk pemanfaatan energi terbarukan, pengelolaan limbah yang efisien, penanaman pohon dan taman hijau, serta promosi transportasi ramah lingkungan di dalam kampus.

Rektor UIN Malang ini mengungkapkan, kegiatan penghijauan yang dilakukan selama ini hasil kerjasama kemitraan strategis dengan Gerakan Kesadaran Alamku Hijau untuk menciptakan Workshop Ekologi yang mencakup Kebun Bibit Mandiri sebagai proyek pilot dalam edukasi lingkungan.

Kerjasama ini, disebut Zainuddin bertujuan untuk membangun wadah edukasi yang interaktif dan inspiratif bagi mahasiswa, staf, dan masyarakat umum untuk memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan pelestarian alam.

Workshop Ekologi, dirasa akan menjadi tempat di mana ide-ide dan keterampilan praktis dalam merawat alam dapat terwujud secara konkret.

“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Gerakan Kesadaran Alamku Hijau dalam proyek bersejarah ini. Workshop Ekologi akan menjadi pusat kegiatan belajar yang mengilhami semangat edukasi dan peduli lingkungan," lanjut dia.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Dr Drs H Agus Dono Wibawanto M Hum mengatakan, langkah ini sejalan dengan visi bersama untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota pariwisata yang menyuguhkan udara segar di kawasan pegunungan Jawa Timur.

Pria yang akrab disapa Gus Don ini, menegaskan jika transformasi ini juga akan memberikan manfaat positif bagi ekonomi lokal dan memperkuat daya tarik pariwisata kota.

Gus Don menyebutkan, pihaknya sedang berupaya melakukan pendekatan dengan Dinas Pertanian Jawa Timur untuk mendapatkan akses bibit buah-buah yang akan dikembangkan dikawasan RTH yang ada di kampus UIN ini.

Dikatakan Gus Don,  sesuai kontur tanahnya, jenis bibit tanaman buah yang cocok dikembangkan di kawasan pegunungan desa Tlekung Batu ini seperti bibit Mangga, Durian, Kelengkeng dan Apokat.

“Nanti ada kawasan wilayah untuk pengembangan pohon-pohon tahunan yang dipergunakan sebagai perlindungan menangkap air, Dan itu sudah kami sondingkan dengan kepala dinas kehutanan, mereka respen dan sangat antusias, sehingga kawasan Malang Raya ini menjadi kawasan hutan yang rimbun dan rindang. UIN alhamdulillan akan menjadi kampus besar dan luar biasa karena memiliki lahan yang luas “ papar Gus Don.

Penting diketahui, salah satu komponen penting dari workshop ini adalah Kebun Bibit Mandiri. Ini akan menjadi tempat di mana komunitas kampus dan masyarakat sekitar dapat belajar tentang pertanian organik, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

"Artinya di sinilah bibit-bibit tanaman lokal akan ditanam dan dirawat hingga siap ditanamkan kembali di berbagai lokasi," tandas dia. (ADV)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno