Wali Kota Batu Tegaskan Komitmen Selamatkan Apel dalam Panen Bersama di Bumiaji
Kamis, 09 April 2026 - 14:17
Wali Kota Batu Tegaskan Komitmen Selamatkan Apel dalam Panen Bersama di Bumiaji
Kamis, 09 April 2026 - 14:17 | 1103
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu panen apel bersama petani. Kamis (9/4/2026). (Prokopim for JN)
KOTA BATU, jurnalnusa.com – Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Heli Suyanto menghadiri kegiatan Panen Apel Bersama sekaligus Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Gapoktan Mitra Arjuna di Lahan Apel Gimbo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kamis (9/4/2026) pagi.
Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kota Batu untuk menegaskan komitmen dalam menyelamatkan komoditas apel yang menjadi ikon daerah dari ancaman penurunan produksi hingga potensi kepunahan.
Dalam sambutannya, Nurochman—yang akrab disapa Cak Nur—menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani. Namun, ia juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi sektor pertanian apel, termasuk menyusutnya luas lahan dari tahun ke tahun.
“Inilah realitas yang harus kita hadapi. Saya sebagai Wali Kota Batu tidak ingin ikon kita lenyap begitu saja,” tegasnya di hadapan anggota Gapoktan.
Ia memaparkan sejumlah persoalan utama, mulai dari anomali iklim yang memicu pembusukan buah, serangan hama, hingga kejenuhan unsur hara tanah akibat penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Batu menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, penguatan dukungan teknis berkelanjutan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, berupa penyaluran benih unggul, pupuk organik, serta bimbingan teknis bagi petani.
Kedua, optimalisasi peran koperasi sebagai agregator dan offtaker, salah satunya melalui Koperasi CooSAE, untuk memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga harga jual di tingkat petani menjadi lebih stabil dan menguntungkan.
Ketiga, inovasi varietas apel melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional yang tengah mengembangkan varietas baru di Desa Sumbergondo. Varietas ini ditargetkan lebih tahan terhadap perubahan iklim dan diharapkan rampung dalam dua tahun ke depan.
Dalam kesempatan itu, Cak Nur bersama Heli Suyanto juga mengajak seluruh elemen untuk merefleksikan visi mBatu Sae melalui penguatan sektor agrokreatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sinergi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam menjaga keunggulan daerah menuju Generasi Emas 2045.
Kegiatan ditutup dengan suasana khidmat melalui pembacaan pantun yang sarat makna pelestarian lingkungan dan kesejahteraan petani.
“Mari bersama menjaga tanah, agar pertanian kita berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia