Doa Hari ke-12 dan ke-13 Ramadan serta Pemahaman tentang Peringkat Doa
Rabu, 12 Maret 2025 - 17:54
Doa Hari ke-12 dan ke-13 Ramadan serta Pemahaman tentang Peringkat Doa
admin - Analekta Ramadan 1447 H
Rabu, 12 Maret 2025 - 17:54 | 1291
Ilustrasi berdoa. Rabu, (12/3/2025). (Pinterest)
Kota Malang, JN — Pada hari Rabu dan Kamis, 12-13 Maret 2025, umat Islam memasuki hari ke-12 dan ke-13 bulan Ramadan. Berikut bacaan doa yang dianjurkan pada hari-hari tersebut:
Doa Hari ke-12 Ramadan:
اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ
"Ya Allah, hiasilah aku dengan penutup aib dan kesucian, berilah kecukupan dan kerelaan diri. Bimbing aku dalam keadilan dan keselamatan dari segala yang kutakuti dengan perlindungan-Mu, wahai tempat berlindung bagi yang ketakutan."
Doa Hari ke-13 Ramadan:
اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ
"Ya Allah, sucikanlah diriku dari segala keburukan, berilah kesabaran atas segala ketetapan-Mu, anugerahkan ketakwaan dan persahabatan dengan orang-orang saleh dengan pertolongan-Mu, wahai cahaya hati orang-orang yang miskin."
Menurut Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, doa memiliki tiga tingkatan:
1. Doa lisan (al-du’a bi alisan al-maqal):Doa yang diucapkan dengan kata-kata.
2. Doa batin (al-du’a bi al-lisan al-hal):Doa yang diungkapkan melalui perasaan dan keadaan hati.
3. Doa kepasrahan (al-du’a bi al-lisan al-isti’dad): Doa tertinggi, yaitu kepasrahan penuh kepada Allah atas segala keputusan-Nya.
Dalam ajaran tasawuf, doa kepasrahan dianggap paling kuat karena mengandung ketundukan total kepada kehendak Allah. Ibn ‘Athaillah dalam Al-Hikam juga mengingatkan bahwa terkadang penolakan Allah terhadap doa kita justru merupakan bentuk pemberian terbaik.
Sebagai hamba, manusia dianjurkan terus berdoa, bukan sekadar untuk dikabulkan, tetapi sebagai wujud ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT. (**)
Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri