Loading...

Pengunjung

Fadhilah Puasa Ramadan Hari ke-7: Janji Rahmat, Syafaat, dan Harapan Surga Na’im

admin

admin

Senin, 02 Maret 2026 - 05:11

1129 | Bagikan

Fadhilah Puasa Ramadan Hari ke-7: Janji Rahmat, Syafaat, dan Harapan Surga Na’im

admin - Analekta Ramadan 1447 H

Senin, 02 Maret 2026 - 05:11 | 1129

Ilustrasi orang berpuasa sambil bekerja. (Freepik)

ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Memasuki hari ke-7 bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam terus meningkatkan kualitas ibadah puasa dengan penuh keimanan dan harapan akan ganjaran besar dari Allah SWT.

Sejumlah literatur keislaman menyebutkan adanya fadhilah atau keutamaan khusus yang dikaitkan dengan hari ketujuh Ramadan, meski secara prinsip seluruh hari di bulan suci ini memiliki kemuliaan yang agung.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi bertakwa. Hari ke-7 menjadi momentum memperkuat komitmen spiritual setelah sepekan menjalani ibadah yang penuh ujian kesabaran.

Pahala Surga Na’im

Sebagian riwayat dalam literatur klasik menyebutkan bahwa orang yang berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, termasuk pada hari ke-7 Ramadan, dijanjikan pahala berupa kenikmatan di Surga Na’im.

Meski tidak terdapat hadis sahih yang secara spesifik menyebut keutamaan hari ketujuh secara terpisah, para ulama sepakat bahwa setiap amal ibadah di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam akan dilipatgandakan. Satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya puasa di sisi Allah SWT.

Puasa dan Al-Qur’an Memberi Syafaat

Keutamaan lainnya adalah syafaat di hari kiamat. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad disebutkan:

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat…”
Puasa akan berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka berilah aku izin untuk memberi syafaat kepadanya.”

Al-Qur’an pun akan memohon syafaat karena hamba tersebut membacanya di malam hari. Lalu keduanya diberi izin untuk memberi syafaat.

Hari ke-7 Ramadan menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang apabila dijalani dengan konsisten, akan memperkuat harapan mendapatkan pertolongan di akhirat kelak.

Fase Rahmat di 10 Hari Pertama

Dalam hadis yang populer di tengah masyarakat, Rasulullah SAW menyebut Ramadan terbagi menjadi tiga fase: rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Meski kualitas hadis ini diperselisihkan oleh sebagian ulama, maknanya sejalan dengan banyak dalil tentang luasnya kasih sayang Allah di bulan Ramadan.

Hari ke-7 masih berada dalam 10 hari pertama yang dikenal sebagai fase rahmat. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, serta amal kebaikan sebagai bentuk kesungguhan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Anjuran Memanjatkan Doa

Pada hari ke-7 Ramadan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon kekuatan dan keistiqamahan dalam beribadah. Salah satu doa yang sering diamalkan adalah:

“Ya Allah, bantulah aku dalam berpuasa dan shalat, dan jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosa di hari ini. Berilah aku kekuatan untuk senantiasa mengingat-Mu sepanjang hari, dengan pertolongan-Mu, wahai Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang tersesat.”

Doa tersebut menjadi refleksi kebutuhan manusia akan pertolongan Allah agar mampu menjaga kualitas ibadah hingga akhir Ramadan.

Momentum Muhasabah

Memasuki hari ketujuh, para ulama mengingatkan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Apakah puasa yang dijalani sudah meningkatkan ketakwaan? Apakah lisan, pandangan, dan hati telah benar-benar dijaga?

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana penyucian jiwa. Hari ke-7 menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang menuju sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan.

Dengan menjaga keikhlasan dan memperbanyak amal saleh, umat Islam berharap termasuk golongan yang dirahmati, diampuni, serta mendapatkan syafaat dan balasan terbaik di sisi Allah SWT. (**)

Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri