Keutamaan Hari Pertama Ramadan, Pintu Pembuka Rahmat dan Ampunan
Kamis, 19 Februari 2026 - 18:40
Keutamaan Hari Pertama Ramadan, Pintu Pembuka Rahmat dan Ampunan
admin - Analekta Ramadan 1447 H
Kamis, 19 Februari 2026 - 18:40 | 1081
Ilustrasi puasa di bulan Ramadan. Kamis (19/2/2026). (Freepik)
ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Bulan suci Ramadan selalu dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Hari pertamanya bukan sekadar pergantian waktu menuju kewajiban berpuasa, melainkan momentum sakral yang diibaratkan sebagai pintu pembuka bagi perjalanan ibadah selama satu bulan penuh.
Dalam ajaran Islam, keutamaan Ramadan ditegaskan dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menyebutkan bahwa puasa diwajibkan agar umat menjadi pribadi yang bertakwa.
Ayat ini menjadi dalil utama bahwa Ramadan adalah sarana pembinaan spiritual yang dimulai sejak hari pertama.
Selain itu, dalam hadis riwayat Muhammad SAW disebutkan, ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Pesan ini menegaskan bahwa sejak malam dan hari pertama Ramadan, limpahan rahmat dan kesempatan meraih ampunan telah Allah SWT bentangkan selebar-lebarnya.
Hari pertama Ramadan dapat diibaratkan sebagai gerbang awal. Jika diawali dengan niat yang lurus, tekad memperbaiki diri, serta doa yang sungguh-sungguh, maka perjalanan ibadah selama sebulan penuh akan lebih terarah dan bermakna.
Niat menjadi fondasi utama, sebagaimana sabda Nabi bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.
Para ulama juga menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah sejak awal Ramadan.
Konsistensi salat berjamaah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memperkuat sedekah, serta menahan diri dari perbuatan sia-sia menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan ibadah hingga akhir bulan.
Momentum hari pertama Ramadan hendaknya dimanfaatkan sebagai refleksi diri. Umat Islam diajak membersihkan hati dari iri, dengki, dan prasangka buruk, sekaligus memperbaiki hubungan sosial.
Dengan demikian, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk akhlak yang lebih mulia.
Hari pertama Ramadan bukan sekadar permulaan, melainkan penentu arah. Siapa yang memulainya dengan kesungguhan, maka ia telah menapakkan langkah menuju bulan penuh ampunan dengan keyakinan dan harapan besar akan ridha Allah SWT. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri