Loading...

Pengunjung

Keutamaan Puasa Hari ke-8 Ramadan 1445 H: Momentum Melipatgandakan Amal dan Meneguhkan Ketakwaan

admin

admin

Rabu, 04 Maret 2026 - 06:17

1440 | Bagikan

Keutamaan Puasa Hari ke-8 Ramadan 1445 H: Momentum Melipatgandakan Amal dan Meneguhkan Ketakwaan

admin - Analekta Ramadan 1447 H

Rabu, 04 Maret 2026 - 06:17 | 1440

Ilustrasi berbuat baik. Rabu (4/3/2026). (Freepik)

ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Ramadan 1445 Hijriah terus bergulir. Memasuki hari ke-8, umat Islam semakin diingatkan untuk memaksimalkan ibadah puasa sebagai jalan meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT.

Dalam sejumlah riwayat yang beredar di tengah masyarakat disebutkan, “Keutamaan hari ke-8 puasa Ramadhan, Allah SWT memberi kalian pahala seperti pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan enam puluh ribu orang yang zuhud.”

Meski redaksi tersebut tidak ditemukan dalam hadis sahih yang spesifik menyebut hari ke-8, para ulama sepakat bahwa secara umum pahala puasa di bulan Ramadan memang dilipatgandakan tanpa batas.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan inilah yang menjadi sumber segala keutamaan dan ganjaran besar di sisi Allah SWT.

Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya." (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj).

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa pahala puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT sendiri yang menjanjikan balasan langsung tanpa batas ukuran matematis.

Karena itu, meskipun riwayat khusus tentang hari ke-8 tidak termasuk hadis sahih, semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah tetap sejalan dengan dalil-dalil umum tentang keutamaan Ramadan.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj).

Memasuki hari ke-8, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperkuat niat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta menjaga lisan dan perilaku.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan memperbanyak amal kebajikan.

Allah SWT juga menegaskan dalam firman-Nya:

“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Puasa adalah latihan kesabaran. Karena itu, setiap hari di bulan Ramadan, termasuk hari ke-8, menjadi kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menapaki jalan orang-orang saleh dan zuhud.

Dengan semangat keimanan dan keikhlasan, hari ke-8 Ramadan hendaknya dijadikan momentum memperkuat kualitas ibadah.

Sebab sejatinya, kemuliaan Ramadan bukan terletak pada hitungan harinya semata, melainkan pada sejauh mana ia mengubah hati dan perilaku menjadi lebih bertakwa. (**)

Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri