Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke-5: Janji Surga dan Limpahan Rahmat Allah SWT
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:45
Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke-5: Janji Surga dan Limpahan Rahmat Allah SWT
admin - Analekta Ramadan 1447 H
Selasa, 24 Februari 2026 - 16:45 | 1910
Ilustrasi limpahan rahmat dari Alloh SWT. Selasa (24/2/2026). (Freepik)
ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Memasuki hari kelima Ramadan, umat Islam semakin diingatkan akan besarnya keutamaan ibadah puasa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi jalan menuju ampunan, rahmat, serta balasan surga yang luar biasa dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan. Ketakwaan inilah yang menjadi kunci dibukanya pintu-pintu surga bagi orang-orang yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.
Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan balasan istimewa bagi orang yang berpuasa. Dalam hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa pahala puasa memiliki nilai istimewa dan tidak terbatas. Balasan tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif Allah SWT, yang Maha Pemurah dan Maha Kaya.
Terkait keutamaan hari kelima Ramadan, dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa Allah SWT akan memberikan balasan berupa beribu-ribu kota di surga Al-Ma’wa bagi orang yang berpuasa dengan ikhlas.
Pada setiap kota terdapat seribu rumah, dan di setiap rumah tersedia seribu meja makan penuh hidangan nikmat. Gambaran ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan karunia Allah SWT kepada hamba-Nya yang bersabar dan istiqamah menjalankan puasa.
Al-Qur’an juga menegaskan tentang kenikmatan surga dalam firman-Nya:
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS. Ar-Rahman: 46)
Serta dalam ayat lain:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga-surga Al-Ma’wa sebagai tempat tinggal, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 19)
Surga Al-Ma’wa sendiri digambarkan sebagai tempat tinggal yang penuh kenikmatan dan kemuliaan bagi hamba-hamba Allah yang taat.
Pahala besar yang dijanjikan pada hari kelima Ramadan ini menjadi motivasi spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas puasa, memperbanyak ibadah, serta menjaga keikhlasan.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan berbagai dalil tersebut, hari kelima Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat niat dan kesungguhan dalam beribadah.
Keutamaan yang dijanjikan bukan sekadar gambaran simbolik, melainkan bukti betapa Allah SWT memuliakan hamba-Nya yang menahan diri demi meraih ridha-Nya.
Semoga di hari kelima Ramadan ini, setiap tetes kesabaran dan keikhlasan dalam berpuasa menjadi jalan menuju Surga Al-Ma’wa dan memperoleh balasan terbaik dari Allah SWT. Aamiin. (**)
Pewarta: Wahana Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri