Loading...

Pengunjung

Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke-9: Raih Pahala Setara Seribu Ulama dan Perbanyak Silaturahmi

admin

admin

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:40

1115 | Bagikan

Keutamaan Puasa Ramadan Hari ke-9: Raih Pahala Setara Seribu Ulama dan Perbanyak Silaturahmi

admin - Analekta Ramadan 1447 H

Selasa, 10 Maret 2026 - 09:40 | 1115

Ilustrasi silaturahmi. (Freepik)

ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Memasuki hari ke-9 bulan suci Ramadan, umat Islam terus didorong meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam sejumlah literatur keislaman, puasa pada hari ke-9 Ramadhan disebut memiliki keutamaan besar dengan pahala yang berlipat ganda.

Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah dijelaskan bahwa puasa pada hari ke-9 Ramadhan memiliki ganjaran yang sangat besar, di antaranya pahala yang setara dengan ibadah seribu ulama, seribu orang yang beri’tikaf, serta seribu orang yang menyambung tali silaturahmi.

Keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk semakin memperbanyak amal ibadah, baik melalui puasa, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga mempererat hubungan persaudaraan.

Dalil Al-Qur’an tentang Keutamaan Puasa

Keutamaan puasa Ramadan pada dasarnya telah ditegaskan dalam Al-Qur'an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan ketakwaan dan penyucian jiwa.

Selain itu, Allah SWT juga menjanjikan pahala berlipat bagi setiap amal kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadan.

Hadits tentang Keutamaan Puasa

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dilipatkan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT karena pahala dan balasannya diberikan langsung oleh-Nya.

Momentum Meraih Rahmat dan Ampunan

Selain pahala yang besar, hari ke-9 Ramadhan juga menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan memohon rahmat serta ampunan kepada Allah SWT.

Pada fase awal Ramadan dikenal sebagai fase rahmat, di mana pintu kebaikan dibuka seluas-luasnya bagi umat Islam.

Puasa juga berfungsi sebagai perisai dari perbuatan dosa dan api neraka, sekaligus melatih kesabaran serta memurnikan keimanan seorang muslim.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan hari-hari Ramadan dengan memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai bekal menuju derajat takwa.

Momentum puasa hari ke-9 Ramadan pun menjadi pengingat bahwa setiap detik di bulan suci ini merupakan kesempatan berharga untuk meraih pahala, rahmat, dan ampunan dari Allah SWT. (**)

Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi Nuri