Kejari Batu Limpahkan 5 Terdakwa Mafia Tanah ke PN Malang
Rabu, 31 Januari 2024 - 05:48
Kejari Batu Limpahkan 5 Terdakwa Mafia Tanah ke PN Malang
Rabu, 31 Januari 2024 - 05:48 | 606
Pelimpahan perkara mafia tanah oleh Kejari Batu kepada PN Malang. Rabu (31/1/2023). (Kasi Intelijen Kejari Batu for JN)
Kota Batu, JN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu limpahkan perkara mafia tanah atas 5 terdakwa kepada Pengadilan Negeri (PN) Malang. Rabu (31/1/2023).
Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Batu, M Januar Ferdian SH MH menyebut, 5 Terdakwa yang terdiri dari inisial SA, EW, HEA, N dan A, ke Pengadilan Negeri (PN) Malang.
Modus Operandi dalam tindak pidana mafia tanah dimaksud, yaitu terdakwa EW (Istri Terdakwa HEA) bekerja sama dengan Terdakwa N(salah satu PNS di Kota Batu) untuk pengurusan dan penerbitan sertifikat dengan waktu kilat atau patas yaitu 1 (satu) minggu jadi.
"Lazimnya pengurusan sampai dengan penerbitan sertifikat memakan waktu 4 (empat) bulan. Atas percepatan pengurusan dan penerbitan sertifikat tersebut Terdakwa EW meminta biaya tambahan kepada saksi Supatimah dan Joko Purnomo sebesar Rp300 juta diluar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk pengurusan 11 sertifikat," kata Januar.
Perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa EW, dikatakan Januar, tersebut dilakukan bersama-sama dengan terdakwa HEW (Suami Terdakwa EW), terdakwa SA (selaku pembuat akta, dokumen dan kelengkapan administrasi lainnya yang dipalsukan dari Notaris Novita Sari).

Masih kata Januar, terdakwa AL (PNS Kota Batu selaku Petugas yang menerima Berkas) dan Terdakwa N (PNS Kota Batu selaku Petugas) Yang dalam proses pendaftaran sampai dengan penerbitan sertifikat tersebut tidak sesuai dengan mekanisme sebagaimana diatur ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Setelah dilakukan pelimpahan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada PN Malang yang berwenang untuk memeriksa dan memutus perkara dimaksud, sehingga Pemeriksaan perkara oleh hakim dalam persidangan berdasarkan pada dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum," ungkaondia.
Sehingga nanti, lanjut Januar, JPU akan melaksanakan hasil putusan hakim yang merupakan kewenangan Jaksa sebagai eksekutor dalam putusan hakim.
Penting diketahui, 5 terdakwa tersebut yaitu terdakwa SA dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Subsidair : Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Terdakwa EW dan HEA dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat 2 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP, Subsidair : Pasal 264 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Lebih Subsidiair : Pasal 263 ayat 2 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat 1 KUHP, Lebih Subsidiair Lagi Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Terdakwa N dengan dakwaan Primair : Pasal 264 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsidair : Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Terdakwa AL dengan dakwaan Primair : Kesatu Pasal 264 ayat (2) KUHP Jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Atau Kedua Pasal 264 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Subsidiair Kesatu Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP, Atau Kedua Pasal 263 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (**)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Sarah Mawardi