Loading...

Pengunjung

Oknum ASN Pemkot Batu Terancam Jeratan Hukum, Dugaan Manipulasi Anggaran

admin

admin

Minggu, 04 Januari 2026 - 16:25

2133 | Bagikan

Oknum ASN Pemkot Batu Terancam Jeratan Hukum, Dugaan Manipulasi Anggaran

admin - Hukum-Kriminal

Minggu, 04 Januari 2026 - 16:25 | 2133

Ilustrasi tindak pidana korupsi. Ahad (4/1/2026). (Freepik)

Kota Batu, JN — Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memiliki pekerjaan rumah, untuk bersih-bersih oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih memiliki mental korupsi.

Aduan masyarakat tentang adanya praktik manipulasi anggaran yang diduga dilakukan oleh oknum ASN Pemkot Batu berinisial NA, sampai ke meja Redaksi jurnalnusa.com pada Ahad (4/1/2026) pagi.

Kronologi peristiwa tersebut terjadi di salah satu lembaga pendidikan di Kota Batu, ketika dilaksanakan agenda sosialisasi oleh salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah pada 22 Oktober 2025 lalu.

Kuota 275 audiens, saat itu hanya hadir tidak lebih dari 100 orang. Namun, diduga terjadi pemalsuan tanda tangan untuk amplop yang berisi masing-masing Rp.100 ribu oleh NA untuk keuntungan pribadi.

Saat dikonfirmasi oleh jurnalnusa.com NA menampik dugaan manipulasi anggaran total kurang lebih Rp. 17.500.000 yang ditujukan kepadanya.

"Sisa amplop sudah kami kembalikan ke kas daerah melalui mekanisme Ben 17," jawabnya singkat melalu chat WhatsApp.

Menurut NA, Ben 17 adalah istilah keuangan untuk pengembalian ke kas daerah yang tidak ia terangkan secara rinci kepada jurnalnusa.com

Selanjutnya saat ditanya berapakah jumlah uang yang dikembalikan kepada kas daerah, NA enggan memberikan jawaban pasti.

"Pada intinya sudah kami berikan sesuai dengan kehadiran peserta. Untuk komunikasi dan informasi sebaiknya satu pintu saja nggih Mas melalu SKPD saya," kilahnya.

Alih-alih memberikan jawaban gamblang, NA mengarahkan untuk menanyakan satu pintu, yakni melalui Kepala SKPD tempat ia bertugas.

Senyampang itu, narasumber yang enggan disebutkan namanya, mengaku mengantongi bukti foto absen kehadiran yang tidak sesuai dengan fakta audiens yang datang. (*)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri