Anniversary 1 Tahun SMSI Malang Raya: Menjaga Marwah Pers di Tengah Derasnya Arus Digital
Rabu, 13 Mei 2026 - 06:11
Perayaan anniversary ke 1 kepengurusan SMSI Malang Raya. Senin (11/5/2026). (SMSI)
KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Aroma kopi dan suasana hangat pedesaan di Warung Tani, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (11/05/2026), menjadi saksi perjalanan satu tahun kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya.
Bukan sekadar perayaan ulang tahun organisasi, momentum ini menjelma menjadi ruang refleksi, silaturahmi, sekaligus peneguhan arah perjuangan media siber lokal di tengah derasnya perubahan era digital.
Mengusung tema “Makmur Karyanya, Mbois Gaungnya, Sae Beritanya”, anniversary pertama SMSI Malang Raya terasa lebih dari sekadar seremoni.
Lantas di balik tawa, obrolan hangat, dan kebersamaan para insan pers, tersimpan semangat besar untuk menjaga marwah jurnalistik yang independen, profesional, dan bertanggung jawab.
Ketua panitia, Anang Tri Aji Nugroho, menyebut peringatan ini sebagai titik penting dalam perjalanan organisasi yang lahir dari semangat kebersamaan media-media lokal di Malang Raya.
“SMSI hadir untuk menyatukan insan media di wilayah Malang Raya, menjaga marwah pers yang independen, kredibel, dan bertanggung jawab, serta memperkuat kualitas jurnalistik agar tetap berjalan sesuai koridor profesionalisme,” ujarnya.
Menerobos tantangan industri media digital yang terus berubah, keberadaan SMSI Malang Raya dinilai menjadi rumah bersama bagi media-media siber yang ingin tumbuh sehat dan mandiri.
Tidak hanya bertahan di tengah persaingan, tetapi juga terus menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
Semangat itu pula yang melahirkan sebuah karya kolektif berupa buku berjudul “Bukan Sekadar Berita: Jalan Terjal dan Siasat Bisnis Pengusaha Media Siber Malang Raya”.
Buku tersebut diluncurkan dalam rangkaian anniversary sebagai refleksi perjalanan dan perjuangan para pelaku media siber menghadapi dinamika industri pers digital.
Deretan nama penulis seperti Doi Nuri, Dadang Dwi Tanto, Doni Kurniawan, Bety Sela Otavia hingga Eko Dwi Yulianto menunjukkan bahwa buku tersebut lahir dari pengalaman nyata para pejuang media lokal.
Bagi mereka, media bukan hanya soal menyajikan berita, tetapi juga perjuangan menjaga idealisme di tengah tantangan bisnis yang tidak mudah.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Doi Nuri menegaskan bahwa SMSI Malang Raya ingin menjadi wadah kolaboratif yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“SMSI ini bisa disebut sebagai UKM-nya media, karena terdiri dari media-media kecil yang mandiri dan mengoptimalkan potensi lokal tanpa bergantung pada korporasi media besar,” jelasnya.
Pernyataan itu menggambarkan bagaimana media lokal terus berupaya bertahan dengan kekuatan komunitas dan kedekatan terhadap persoalan masyarakat sekitar.
Berdiri di tengah dominasi media besar, media-media lokal justru hadir dengan semangat akar rumput yang lebih dekat dengan denyut kehidupan warga.
Tak berhenti di sana, SMSI Malang Raya juga mulai menyiapkan langkah strategis jangka panjang. Salah satunya melalui rencana pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Agustus atau September mendatang bagi wartawan fresh graduate maupun wartawan yang belum memiliki lisensi profesi.
Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan SMSI dalam meningkatkan profesionalitas jurnalis di Malang Raya. Sebab, di era banjir informasi seperti saat ini, kualitas wartawan menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap media.
“Media bukan untuk ditakuti, tetapi menjadi mitra yang membantu membangun daerah melalui informasi yang akurat dan konstruktif,” tambah Doi.
Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa media dan pemerintah semestinya berjalan berdampingan sebagai mitra pembangunan, bukan saling berhadapan.
Media hadir bukan sekadar mengkritik, tetapi juga mengawal, mengedukasi, dan menghadirkan ruang informasi yang sehat bagi masyarakat.
Hadirnya berbagai elemen dalam anniversary tersebut, mulai dari Forkopimda Malang Raya, Muspika Kecamatan Dau, JMSI, AWPI, hingga organisasi kepemudaan, menunjukkan bahwa SMSI Malang Raya mulai mendapat tempat sebagai bagian penting dalam ekosistem komunikasi publik di wilayah Malang Raya.
Sekilas, Serikat Media Siber Indonesia merupakan organisasi perusahaan media siber nasional yang berdiri sejak 7 Maret 2017 dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers pada 29 Mei 2020.
Organisasi ini juga tercatat di Museum Rekor Indonesia sebagai organisasi media siber terbesar di dunia dengan lebih dari 2.700 anggota di seluruh Indonesia.
Menjelang akhir acara, suasana hangat semakin terasa ketika ucapan syukur dan harapan dipanjatkan bersama.
Satu tahun mungkin masih langkah awal, namun perjalanan itu menjadi pondasi penting bagi SMSI Malang Raya untuk terus tumbuh lebih solid dan profesional.
“Selamat Hari Jadi ke-1 SMSI Malang Raya. Semoga semakin solid, semakin maju, dan semakin berjaya,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia