Bertahan Dalam Ketidakpastian Global, SMSI Malang Raya Didorong Jadi Penjaga Optimisme Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 - 06:23
Suryo Widodo berikan dukungan atas eksistensi SMSI Malang Raya. Senin (11/05/2026). (Aditya for JN)
KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Derasnya arus digital dan situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, keberadaan media siber dinilai semakin memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas informasi dan optimisme masyarakat.
Pesan itu mengemuka dalam perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia periode 2025-2028 yang digelar pada Senin (11/05/2026).
Momentum tersebut bukan hanya menjadi ajang syukuran perjalanan organisasi media siber di Malang Raya, tetapi juga ruang refleksi atas tantangan besar yang kini dihadapi industri pers nasional.
Bertahan di tengah suasana hangat penuh kekeluargaan, Direktur Jatim Park Group, Suryo Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi SMSI Malang Raya selama satu tahun terakhir dalam menjaga eksistensi media lokal di tengah era disrupsi digital.
Bagi Suryo, usia pertama organisasi justru menjadi fondasi penting untuk memperkuat peran media sebagai penjaga ruang publik yang sehat dan konstruktif.
“Media terus terang menjadi salah satu garda terdepan untuk menginformasikan semua berita. Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, mari kita bersama-sama berusaha menenteramkan suasana agar ke depan jauh lebih baik,” ujarnya.
Pernyataan tersebut terasa relevan dengan kondisi global saat ini. Ketika dunia dibayangi perlambatan ekonomi, ketegangan geopolitik, hingga fluktuasi nilai tukar mata uang, media tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan narasi agar tidak memperkeruh keadaan.
Sebagai tokoh pariwisata nasional sekaligus pembina SMSI Malang Raya, Suryo melihat media memiliki kekuatan besar dalam membangun persepsi publik, termasuk menjaga kondusivitas daerah yang sangat berpengaruh terhadap sektor usaha dan pariwisata.
Potret wilayah seperti Malang Raya yang bertumpu pada sektor pendidikan, ekonomi kreatif, dan wisata, stabilitas informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat maupun wisatawan.
“Mungkin besok dolar berapa, kita sama-sama tidak tahu. Yang jelas, kita harus bersatu padu bagaimana supaya NKRI ini ke depan jauh lebih baik dari yang kemarin,” imbuhnya.
Ucapan tersebut menggambarkan kekhawatiran sekaligus harapan besar terhadap masa depan bangsa. Dalam situasi yang disebutnya sebagai kondisi “gonjang-ganjing”, persatuan menjadi kata kunci, termasuk sinergi antara media, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Pada sisi lain, tantangan media siber lokal saat ini memang tidak ringan. Persaingan arus informasi yang semakin cepat, tekanan bisnis digital, hingga maraknya hoaks membuat media dituntut terus beradaptasi tanpa kehilangan idealisme jurnalistik.
Karena itu, keberadaan SMSI Malang Raya dipandang sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar media sekaligus meningkatkan profesionalisme insan pers di daerah.
Suryo pun berharap SMSI Malang Raya mampu terus berkembang menjadi pilar informasi yang berintegritas dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga sukses selalu untuk SMSI. Semoga menjadi tonggak terdepan dalam informasi dan media, terutama untuk Malang Raya dan Indonesia,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam rangkaian syukuran HUT ke-1 SMSI Malang Raya yang juga diramaikan dengan peluncuran buku “Bukan Sekadar Berita”.
Buku itu merangkum perjalanan, tantangan, serta strategi para pengusaha media siber Malang Raya dalam menghadapi perubahan industri media masa kini.
Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, buku tersebut menjadi simbol perjuangan media lokal untuk tetap bertahan dan relevan di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia