Refleksi 1 Tahun Kemenangan NH oleh Relawan, Wali Kota Batu Raih Penghargaan
Jumat, 28 November 2025 - 02:11
Para relawan pemenangan NH bersama Wali Kota Batu Nurochman dan Wawali Batu Heli Suyanto. Kamis malam (27/11/2025). (Doi/JN)
Kota Batu, JN — Sudah 8 bulan pasangan Wali Kota Batu Nurochman SH MH dan Wakil Wali Kota (Wawali) Batu Heli Suyanto SH MH memimpikan kota wisata ini, namun memori perjuangan pencapaian itu masih selalu terngiang.
Kelompok Relawan Nurochman-Heli Suyanto (NH) SAE buktinya. Gerakan massa dibawah koordinasi Gaib Sampurno itu salah satu relawan yang militan yang berkontribusi atas kean NH SAE pada 27 November 2024 silam.
Semakin lengkap, sebab berbarengan dengan apresiasi para relawan, Cak Nur juga mendapatkan penghargaan Man of The Year Malang Raya 2025 untuk kategori Excellence in Educational Program Stewardship dari Times Indonesia.

Berangkat dari rasa kangen atas kenangan perjuangan masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, juga sebagai ajang penyampaian aspirasi, maka acara 1 tahun kemenangan NH SAE ini terlaksana.
"Perjuangan kami saat itu indah. Sebab dari dipandang sebelah mata, sampai benar-benar menjadi pemenang itu banyak sekali cerita suka dukanya," ungkap Gaib. Kamis (27/11/2025).
Acara yang berlangsung di GS ART Billiard di Jalan Suropati Kota Batu itu, Gaib dan para relawan jiga memberikan masukan kepada Cak Nur dan Mas Heli atas 8 bulan perjalanan kepemimpinan mereka.

Gaib juga berharap, Nawacita yang menjadi landasan dari visi misi Cak Nur dan Mas Heli bagi masyarakat Kota Batu, bisa segera terwujud keseluruhan.
"Kami sudah mendukung sampai Cak Nur dan Mas Heli menjabat, kami juga akan tetap mendukung sampai jabatan usai dengan masukan-masukan yang membangun," tegas Gaib.
Hadir lebih awal dari Cak Nur, dalam kata sambutannya Mas Heli mengatakan menyampaikan bahwa perjuangan para relawa menjadi kekuatan besar bagi kemenangan mereka.

“Kami mohon maaf bila sampai hari ini masih belum bisa memberi yang terbaik seperti harapan teman-teman. Bukan karena lupa, tapi karena penataan birokrasi tidak semudah yang dibayangkan,” ujar Heli.
Heli menegaskan bahwa ia dan Walikota sedang fokus menata kembali sistem, karakter kerja, dan ritme birokrasi agar mampu menjalankan visi pemerintahan yang lebih baik.“
Insya Allah akhir tahun ini beberapa penataan selesai. Kami tidak bisa mengubah semuanya secara instan,” jelasnya.

Usai menerima penghargaan yang berlangsung di salah satu hotel bintang 5 di Kota Malang, Cak Nur menyempatkan menghadiri acara, bahkan setelah acara formal, sepasang pemimpin Kota Batu ini masih gayeng diskusi hingga dini hari.
"Kalau saya boleh koreksi, tajuk acara ini lebih tepat jika berjudul Gaib Menggugat," canda Cak Nur saat mengawali kata sambutannya.
Cak Nur lantas meminta doa sekaligus dukungan yang tidak pernah putus dari para relawan, agar ia dan Mas Heli tetap menjadi dwi tunggal yang solid.

“Kami mohon doa agar tetap kuat menjalankan amanah. Banyak hal yang harus kami tata ulang sebagai dasar pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Dukungan yang dimaksud Cak Nur, bukan kemudian sikap diam ketika mereka melakukan kesalahan. Justru koreksi dari para relawan adalah wujud kepedulian nyata.
"Kami sudah njenengan kawal hingga duduk di pucuk pimpinan Kota Batu, jangan lantas dilepaskan. Tetap do'akan dan ingatkan kami," imbaunya.

Nurochman menegaskan bahwa kemenangan NH SAE bukan hanya untuk dirinya dan Heli, namun untuk membuka jalan bagi generasi muda Kota Batu agar mendatang bisa menjadi pemimpin di kotanya sendiri.
“Kami membuka pintu gerbang bagi generasi berikutnya itu penting. Ini bukan tugas mudah, tapi amanat yang harus kami jalankan,” tegasnya.

Dihadiri oleh ratusan tokoh masyarakat dan para relawan, acara berlangsung santai namun hikmad. Terlihat, Cak Nur dan Mas Heli terlihat menahan air mata saat menyampaikan sambutan.
Teriakan 'Ora ori, ora oyi' lalu pekik kata 'Mbatu SAE' masih terasa sakral, dan mampu membingkai nuansa perjuangan kala itu terulang kembali. (*)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri