Loading...

Pengunjung

SMSI Malang Raya Rayakan Anniversary Pertama, Leo: Teguhkan Idealisme dan Profesionalisme

admin

admin

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:59

1430 | Bagikan

SMSI Malang Raya Rayakan Anniversary Pertama, Leo: Teguhkan Idealisme dan Profesionalisme

admin - Komunitas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:59 | 1430

Leo A Permana saat menghadiri anniversary ke 1 SMSI Malang Raya. Senin (11/05/2026). (Arvendo)

KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai peringatan hari jadi pertama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya yang digelar di Warung Tani, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (11/05/2026).

Perayaan anniversary perdana tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi yang mewadahi para pemilik media siber di Malang Raya itu untuk mempertegas komitmen menjaga profesionalisme, kualitas informasi, serta marwah jurnalistik di tengah derasnya arus digitalisasi media.

Mengusung slogan “Makmur Karyanya, Mbois Gaungnya, Sae Beritanya”, SMSI Malang Raya ingin menunjukkan semangat membangun ekosistem media siber lokal yang tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki integritas dan daya saing tinggi.

Suasana hangat penuh keakraban tampak dalam kegiatan yang dihadiri pengurus, anggota, hingga sejumlah tokoh pers tersebut.

Momentum satu tahun perjalanan organisasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi tentang tantangan dan masa depan media siber di era yang terus berubah.

Salah satu Pembina SMSI Malang Raya, Leo A. Permana, menegaskan bahwa insan pers harus tetap menjaga idealisme dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Menurutnya, para anggota SMSI merupakan owner media online yang memiliki tanggung jawab besar sebagai kontrol sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita ini masih terus belajar berjalan, belajar bicara, dan belajar menjaga marwah profesi. Media adalah sosial kontrol bagi semua yang ada di Indonesia. Jadi jangan pernah takut mengkritik, menyuarakan ketika memang ada ketidakadilan dan ketimpangan. Itu harus disuarakan,” tegas Leo dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan agar media tidak kehilangan arah hanya karena kepentingan pragmatis sesaat.

“Jangan sampai media hanya tergoda nilai rupiah lalu hilang idealismenya. Kita harus tetap menjaga integritas. SMSI sebagai paguyuban harus mampu menjaga anggotanya agar tetap memiliki idealisme yang tinggi,” ujarnya.

Bagi Leo, media tidak boleh menjauh dari fungsi utamanya sebagai penyambung suara masyarakat kecil. Ia menilai keberanian menyuarakan ketidakadilan merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang jurnalis.

“Kita sebagai jurnalis harus membela wong cilik. Ketika ada ketidakadilan, kita wajib menyuarakannya. Itu adalah tugas moral kita,” lanjutnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi dan penguatan solidaritas antaranggota, perayaan tersebut juga ditandai dengan peluncuran buku bertajuk “Bukan Sekadar Berita: Jalan Terjal dan Siasat Bisnis Pengusaha Media Siber Malang Raya.”

Buku antologi itu memuat kisah perjuangan, tantangan, hingga strategi bisnis para tokoh dan pengusaha media siber di Malang Raya yang ditulis oleh pengurus SMSI Malang Raya.

Kehadiran buku tersebut menjadi bentuk dokumentasi perjalanan media siber lokal dalam menghadapi dinamika industri informasi yang semakin kompetitif.

Peluncuran buku itu sekaligus menjadi simbol bahwa media siber tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pelaku industri yang dituntut mampu bertahan, beradaptasi, dan terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Melalui anniversary pertamanya ini, SMSI Malang Raya berharap dapat terus memperkuat sinergi antarinsan pers, menjaga idealisme jurnalistik, serta mendorong tumbuhnya media siber yang sehat, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik di Malang Raya. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia