Loading...

Pengunjung

Trend Sound Horeg, Digital Native Sarat Omzet

admin

admin

Rabu, 06 September 2023 - 10:49

1442 | Bagikan

Trend Sound Horeg, Digital Native Sarat Omzet

admin - Lifestyle

Rabu, 06 September 2023 - 10:49 | 1442

Digital native dalam fenomena sound Horeg menjanjikan omzet besar dan pertumbuhan ekonomi. (JN)

Lifestyle, JN – Melalui platform-platform media sosial seperti Youtube, TikTok, Instagram dan Facebook, fenomena sound Horeg menjadi hiburan genre baru bagi generasi milenial, khususnya di Jawa Timur.

Menggunakan istilah yang sering digunakan oleh seorang penulis dan pembicara Amerika tentang pendidikan, Marc Prensky, menyebut digital native merupakan orang yang lahir di era digital. 

Semua orang mengetahui, hari ini teknologi dan internet menggeser peradaban digital immigrant atau generasi lawas, gagap teknologi dan hal tersebut dimanfaatkan para pelaku usaha sound sistem system sebagai jalan membuka peluang ekonomi bisnis baru.

Dahulu, sound horeg hanya digunakan masyarakat untuk takbir keliling dengan menggunakan truk. Kini, sound horeg berkembang dan bertransformasi menjadi hiburan live disk joki (dj) hingga karnaval.

Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu, David Stevan Laksamana, ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu. Menurutnya fenomena aneh ini terjadi sejak tahun 2015.

"Memang awalnya sound itu untuk karnaval. Namun, malah menjadi karnaval untuk sound system. Jadi, para dancer, pengiring, dan talent karnaval justru menjadi komponen pendamping," jelas dia.

David menambahkan, bahwa endemi sound system raksasa dengan suara menggelegar ini selepas masa pandemi, seolah tak pernah kehabisan job untuk momentum apa pun, dan seolah menjadi hiburan wajib bagi masyarakat. 

Pemilik Blizzard Sound Audio itu mengungkapkan, bahwa setiap kali ada pagelaran, audio yang dibawa bukan hanya satu atau dua buah, namun bisa satu truk atau bahkan satu fuso.

Layaknya diskotik outdoor, gemerlap lampu, hiburan dancer, live DJ menjadi kenikmatan tersendiri bagi masyarakat. Itulah yang dirasa David adalah poin pergeseran tren sound system.

Penting diketahui, kerasnya volume sound bisa memecahkan kaca, menggetarkan bangunan, meruntuhkan atap, dan sebagainya. Itulah kenapa akhirnya istilah sound horeg atau bergetar dalam bahasa Jawa ini muncul.

"Mendengar suaran menggelar, penonton ukannya pusing, mereka malah mengaku ketagihan untuk terus datang ketika ada event sound horeg," imbuh dia.

Berbicara tentang bisnis, David mengaku meraup banyak keuntungan dari bisnisnya ini. Setiap tahunnya, ia bisa mengantongi Rp1-2 miliar atau bisa lebih. 

Artinya, peluang bisnis sound system ini juga bagus. Sehingga, ia pun bisa upgrade setiap satu tahun sekali untuk mengikuti perkembangan di pasaran.

Kendati demikian, David memberikan saran bahwa untuk terjun di dunia bisnis seperti ini tidaklah mudah. Meskipun omzetnya besar, biaya upgrade pun tak kalah besar. 

"Setiap tahunnya saya harus mengeluarkan separuh uang dari omzet yang didapatkan untuk memperbaiki kualitas. Jadi harus pandai dalam menata perputaran uang. Jika tidak, maka bisa bangkrut dalam waktu singkat," kata dia.

David menyebutkan, bukan hanya pengusaha sound system saja yang diuntungkan, namun masyarakat juga terlibat dalam perputaran bisnis ketika event. 

Keuntungan itu lahir dari sektor UMKM, uang parkir, maupun penarikan uang HTM untuk tiket VIP. Sekali event, dikatakan David, sedikitnya Rp100-200 juta berhasil mereka kumpulkan. (**)

Pewarta: Eshan Abyasa
Editor: Doi Nuri