Gerakan 'Aremania Satu' Wujud Perjuangan Mengembalikan Esensi Salam Satu Jiwa
Minggu, 24 Desember 2023 - 10:34
Ratusan korwil Aremania se-Malang Raya konsolidasi gerakan Aremania Satu. Ahad (24/12/2023)
Kota Batu, JN – Gedung Pethak Art Space Kantor Pemerintahan Desa (Pemdes) Junrejo, menjadi saksi semangat perdamaian dan kebangkitan Aremania setelah berbagai ujian berat menimpa pendukung klub sepakbola Arema dalam gerakan 'Aremania Satu'.
Penting diketahui, perpecahan Aremania terjadi setelah peristiwa dualisme yang terjadi pada klub sepakbola kebanggan warga Malang Raya itu, pada tahun 2011 silam.
Awal mula dualisme Arema tahun itu, di kubu PSSI juga mengalami dualisme yang membuat Indonesia memiliki dua kompetisi papan atas yang saling bersaing, yakni Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL).
Dampaknya, klub Arema terpecah menjadi 2, yakni Arema FC yang kini berlaga di BRI Liga 1 dan Arema Indonesia yang terlempar karena sanksi ke Liga 3 Nusantara. Kontan, dua kelompok supporter pun terpecah.
Petaka kembali menimpa kelompok supporter asal Malang itu, ketika tragedi Kanjuruhan pecah pada Sabtu (1/10/2022) silam jatuh korban sebanyak 794 orang.

Diambil dari data Humas Polres Malang, dari jumlah tersebut, 695 orang mengalami luka-luka dan 135 orang dinyatakan meninggal, setelah tembakan gas air mata membabi buta dari aparat keamanan pasca pertandingan klasik Arema FC menjamu Persebaya Surabaya.
Dirigen Aremania pendukung Arema FC, Yuli Sumpil, berharap seluruh pihak bisa membuka hati dan memiliki semangat berbenah untuk kembalinya persatuan supporter seperti saat dualisme belum terjadi.
"Saya sangat merindukan bersatunya Aremania, bagaimana saat itu kami menjadi guru kreatifitas supporter se Indonesia. Bahkan beberapa kali penobatan supporter terbaik kami terima," ungkap pria yang akrab disapa Jules itu.
Gerakan 'Aremania Satu' menurut Jules, adalah kesadaran untuk mengembalikan semangat awal terbentuknya Aremania, sekaligus upaya kebangkitan di kancah sepakbola nasional.

"Sudah saatnya Aremania kembali bangkit. Berdiri gagah lagi seperti dahulu, ketika kami menjadi contoh supporter kreatif," imbuh warga Sumpil, Kota Malang itu.
Semangat yang sama juga datang dari Dirigen Aremania pendukung Arema Indonesia, Teddy Krishna Putra, menguatkan penyataan Jules tentang semangat persatuan.
"Urusan dualisme klub, kami kesampingkan dahulu. Poin penting sekarang, adalah bagaimana Aremania se-Indonesia bisa kembali pada semangat persatuan Salam Satu Jiwa," harap dia.

Menyediakan tempat diskusi, Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, mengaku merindukan kebesaran Aremania bisa kembali menjadi perbincangan nasional sebagai supporter yang berkelas.
"Kita harus sudahi cerai berai Aremania. Hanya ada satu Aremania dalam semangat Salam Satu Jiwa," tandas pria kelahiran Makassar itu.
Faizal menyatakan dukungannya secara konkret dengan menyediakan tempat untuk agenda diskusi Aremania, sebagai bentuk harapan besar atas kerinduannya akan nama besar Aremania.

“Saya rindu Aremania kembali besar namanya seperti dahulu. Saya yakin, semua masyarakat Malang Raya juga memiliki kerinduan yang sama seperti saya,” ungkap dia haru.
Keyakinan sama juga muncul dari diri Aremania Koordinator Wilayah Batu, Saleh, bahwa upaya persatuan Aremania sejak tragedi Kanjuruhan belum terjadi, akan segera terealisasi.
“Saya meyakini bahwa perjuangan panjang kami untuk Aremania kembali menjadi satu ini, akan segera terwujud,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Sarah Mawardi