Loading...

Pengunjung

Kembali Harumkan Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Resmi Sandang Living Museum

admin

admin

Sabtu, 08 November 2025 - 16:10

1211 | Bagikan

Kembali Harumkan Kota Batu, Taman Rekreasi Selecta Resmi Sandang Living Museum

admin - Pariwisata

Sabtu, 08 November 2025 - 16:10 | 1211

Wamen Kebudayaan dan Wali Kota Batu resmikan Selecta sebagai Living Museum. Sabtu (8/11/2025). (Doi/JN)

Kota Batu, JN — Setelah tahun 2024 lalu Taman Rekreasi Selecta mendapatkan penghargaan sebagai Taman rekreasi Zero Waste, ikon wisata yang dibangun pada tahun 1928 itu, kembali mengukir sejarah.

Bagaimana tidak, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha bersama Wali Kota Batu, Nurochman, meresmikan Selecta Living Museum.

Bahkan dalam momentum tersebut, digelar dialog bertema Kemajuan Kebudayaan dan Integrasi Wisata Budaya Kota Batu di Taman Rekreasi Selecta, pada Sabtu (8/11/2025) sore.

Taman rekreasi yang dibangun oleh warga Belanda bernama De Reyter De Wildt sebagai tempat peristirahatan para bangsawan kolonial itu, menegaskan posisi Kota Batu sebagai kota wisata berbasis budaya.

“Selalu menyenangkan datang ke daerah yang sarat kebudayaan dan memiliki garis perjuangan jelas seperti di sini (Selecta,red)," tegas Giring.

Menurut dia, tidak semua kepala daerah punya visi kebudayaan. Sementara di Kota Batu, semangat itu sudah tumbuh lewat teman-teman budaya dan komunitas kreatif.

"Kami dorong agar Pemkot Batu mengajukan dana alokasi khusus untuk pengembangan taman budaya. Kalau dikelola dengan baik, taman budaya bisa menjadi ruang ekspresi, pameran, dan pelatihan yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberadaan wisma di Taman Rekreasi Selecta yang merupakan bapak tilas perjuangan Bung Karno dalam upaya kemerdekaan Bangsa Indonesia, dipandang giring sebagai aset megah.

Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmen Pemkot Batu dalam mengintegrasikan kebudayaan dan ekonomi kreatif.

“Ketika kita bicara jati diri, kita juga harus percaya diri. Kreativitas tidak bisa diinstruksikan oleh pemerintah, tapi tumbuh dari lingkungan yang mendukung. Dari ICCF ini, kita belajar bagaimana kreativitas yang lahir dari budaya bisa berdampak pada ekonomi,” tegasnya.
 

Terkait rencana pembangunan taman budaya, Nurochman menyebut bahwa hal tersebut sudah tercantum dalam visi misi mBatu SAE, melalui program Batu Artpreneur. 
 

Sebagai informasi, Pemkot Batu sedang melakukan kajian untuk memperkuat bidang yang menangani sektor kreatif dan kebudayaan. (*)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri