Kementerian PKP Tinjau Kayutangan Heritage, Wali Kota Malang: Siap Jadi Model Penataan Kawasan Padat Nasional
Sabtu, 03 Januari 2026 - 04:41
Kementerian PKP Tinjau Kayutangan Heritage, Wali Kota Malang: Siap Jadi Model Penataan Kawasan Padat Nasional
Sabtu, 03 Januari 2026 - 04:41 | 1141
Kampung Kayutangan Heritage siap jadi model penataan kawasan padat nasional. Jumat (2/1/2026). (Diskominfo Pemkot Malang)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Wali Kota Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM menyambut positif kunjungan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ke Kota Malang.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kawasan Kayutangan Heritage yang dinilai layak menjadi contoh nasional dalam penataan kawasan padat perkotaan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Rombongan Kementerian PKP dipimpin Sekretaris Jenderal Didyk Choiroel SSos MSi bersama Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Dr Sri Hariyati SPi MSi.
Kehadiran mereka diterima langsung Wali Kota Wahyu di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Wahyu memaparkan perjalanan panjang penataan Kayutangan Heritage hingga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kota Malang, khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Kami ceritakan progres Kayutangan Heritage, mulai dari konsep, proses, hingga akhirnya menjadi salah satu tujuan wisata terbanyak saat Nataru. Pak Sekjen dan Bu Dirjen memang diperintah untuk mereplikasi konsep penataan Kayutangan ini. Ke depan bisa menjadi pilot project di sejumlah daerah di Indonesia,” ungkap Wahyu.
Menurutnya, keberhasilan Kayutangan Heritage tidak hanya bertumpu pada penataan fisik kawasan, melainkan juga pada perubahan pola pikir dan keterlibatan aktif masyarakat.
Warga berperan sebagai subjek utama, mulai dari pelestarian kawasan bersejarah, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, hingga pengelolaan ekonomi berbasis pariwisata.
Wahyu juga menyampaikan bahwa ketertarikan Kementerian PKP berawal dari kunjungan Menteri PKP ke Kota Malang beberapa waktu lalu.
Saat itu, Menteri diajak langsung meninjau Kayutangan Heritage dan melihat perubahan signifikan yang terjadi.
“Saya jelaskan juga berbagai penghargaan yang diraih, mulai dari Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I tingkat nasional hingga Pokdarwis Terbaik I nasional. Pak Menteri melihat langsung perubahan kawasan dan perubahan mindset masyarakat yang luar biasa,” jelasnya.
Ia berharap, keberhasilan Kayutangan Heritage dapat menjadi inspirasi nasional dalam menata kawasan padat perkotaan secara berkelanjutan, humanis, dan berbasis kekuatan masyarakat lokal.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel mengatakan bahwa pada tahun 2026 pihaknya mulai menjalankan sejumlah program prioritas nasional, salah satunya penataan kawasan padat dan kumuh di perkotaan.
“Menteri PKP secara khusus meminta kami mempelajari langsung kawasan-kawasan yang dinilai berhasil. Karena itu kami datang ke Malang untuk melihat langsung Kayutangan Heritage,” ujarnya.
Didyk bahkan mengungkapkan, pihaknya turut mengajak jajaran kelurahan dari wilayah padat penduduk di Jakarta agar dapat belajar langsung terkait pola penataan kawasan dan pemberdayaan masyarakat yang diterapkan di Kayutangan.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Hariyati.
Menurutnya, konsep penataan kawasan seperti Kayutangan Heritage akan menjadi salah satu referensi utama dalam penyusunan kebijakan penataan kawasan perkotaan nasional.
“Bagaimana kawasan perkotaan yang padat tetap bisa menarik, lingkungannya baik, dan ekonominya maju. Kayutangan Heritage akan menjadi salah satu model yang kami padukan dalam konsep penataan kawasan perkotaan di Indonesia,” pungkasnya. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri