Loading...

Pengunjung

Nala Eco Point Hadirkan Ruang Publik Ramah Lingkungan di Kota Batu

admin

admin

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:45

1206 | Bagikan

Nala Eco Point Hadirkan Ruang Publik Ramah Lingkungan di Kota Batu

admin - Pariwisata

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:45 | 1206

Nala Eco Point, sentra kuliner dan ruang aktivitas publik yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. Ahad (28/12/2025).

Kota Batu, JN — Kota Batu kembali menghadirkan ruang publik baru yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan.

Nala Eco Point, sentra kuliner dan ruang aktivitas publik yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu, dirancang sebagai kawasan ramah lingkungan.

Konsep ini memadukan aktivitas ekonomi, sosial, dan ekologi dalam satu ruang terbuka.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Malang, Kolonel Laut  Agus Haryanto, mengatakan Nala Eco Point dibangun dengan konsep ekologi yang menempatkan lingkungan sebagai bagian utama dari pengembangan kawasan.

Ruang ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

“Nama Nala Eco Point dipilih dengan makna khusus. Nala merupakan identitas wilayah, Eco menegaskan komitmen terhadap ekologi dan lingkungan, sementara Point menjadi simbol titik penghubung berbagai kawasan di Kota Batu dan Malang Raya,” ujar Kolonel Laut Agus Haryanto, Ahad (28/12/2025).

Ia menjelaskan, pengembangan Nala Eco Point diarahkan untuk menciptakan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Berbagai fasilitas seperti greenhouse, stan tanaman, dan area terbuka dirancang untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.

“Kawasan ini tidak hanya menawarkan kuliner dan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui konsep ruang hijau dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Pengembangan Nala Eco Point turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga kepala desa di wilayah Malang Raya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan kawasan ini berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Pembangunan kawasan ini berlangsung relatif cepat berkat dukungan sumber daya manusia dan semangat gotong royong masyarakat Kota Batu.

Dengan dukungan Dinas PUPR Kota Batu, proses pematangan lahan hingga pembangunan fasilitas pendukung dapat diselesaikan tanpa mengesampingkan prinsip ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menilai kehadiran Nala Eco Point sejalan dengan upaya pengembangan destinasi yang berwawasan lingkungan.

Menurutnya, konsep ruang publik ramah lingkungan menjadi nilai tambah bagi Kota Batu sebagai kota wisata berbasis alam.

“Kehadiran Nala Eco Point tidak hanya menambah destinasi, tetapi juga memperkuat citra Kota Batu sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan,” ujarnya.

Ia berharap kawasan ini dapat menjadi contoh pengembangan ruang publik yang menyeimbangkan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan pelestarian lingkungan, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kelestarian alam di sekitarnya. (**)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri