Loading...

Pengunjung

Apel Perdana, Wali Kota Malang Ingatkan ASN Hindari Hedonisme dan Terapkan Gaya Hidup Hemat Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya perubahan pola hidup bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel perdana masuk kerja pascalibur. Ia secara khusus mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam gaya hidup hedonisme, melainkan beralih pada pola hidup hemat, sehat, dan peduli lingkungan. Menurut Wahyu, upaya efisiensi di lingkungan Pemerintah Kota Malang tidak harus selalu identik dengan pemangkasan anggaran. Perubahan gaya hidup ASN dinilai menjadi langkah strategis yang bisa langsung diterapkan tanpa menunggu instruksi rinci dari pemerintah pusat. “Dari pusat belum ada arahan khusus, hanya beberapa hal saja. Jadi kita mencoba sendiri bagaimana mengurangi dampak ini,” ujarnya. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam hal kesederhanaan dan pengelolaan keuangan. Gaya hidup berlebihan, menurutnya, berpotensi merusak citra aparatur dan menurunkan kepercayaan publik. Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang akan menggalakkan sejumlah program berbasis perubahan kebiasaan. Salah satunya adalah ajakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat yang akan dipadukan dengan kegiatan senam pagi bersama. “Nanti hari Jumat kita ke kantor naik sepeda, lalu dilanjutkan senam pagi. Banyak teman-teman ASN juga suka bersepeda, jadi sekalian kita optimalkan,” jelas Wahyu. Tak hanya itu, kegiatan tersebut akan dirangkai dengan program “Jumat Bersih”, di mana ASN diajak membersihkan lingkungan kantor usai berolahraga. Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat dan nyaman sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. “Setelah senam, kita lanjutkan bersih-bersih lewat Jumat Bersih. Ini kita optimalkan di hari yang sama,” tambahnya. Selain mendorong penggunaan sepeda, Wahyu juga membuka opsi bagi ASN untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai bagian dari efisiensi. Ia menyebut layanan Trans Jatim yang kini melintasi kawasan Balai Kota Malang dapat menjadi alternatif mobilitas pegawai. “Bisa juga naik angkutan umum. Sekarang Trans Jatim sudah lewat Balai Kota,” ungkapnya. Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Malang berharap dapat menekan pengeluaran operasional sekaligus membangun budaya kerja yang lebih sehat, sederhana, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pesan untuk menjauhi hedonisme pun menjadi penegasan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga bijak dalam menjalani gaya hidup.

admin

admin

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:48

1034 | Bagikan

Apel Perdana, Wali Kota Malang Ingatkan ASN Hindari Hedonisme dan Terapkan Gaya Hidup Hemat Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya perubahan pola hidup bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel perdana masuk kerja pascalibur. Ia secara khusus mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam gaya hidup hedonisme, melainkan beralih pada pola hidup hemat, sehat, dan peduli lingkungan. Menurut Wahyu, upaya efisiensi di lingkungan Pemerintah Kota Malang tidak harus selalu identik dengan pemangkasan anggaran. Perubahan gaya hidup ASN dinilai menjadi langkah strategis yang bisa langsung diterapkan tanpa menunggu instruksi rinci dari pemerintah pusat. “Dari pusat belum ada arahan khusus, hanya beberapa hal saja. Jadi kita mencoba sendiri bagaimana mengurangi dampak ini,” ujarnya. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam hal kesederhanaan dan pengelolaan keuangan. Gaya hidup berlebihan, menurutnya, berpotensi merusak citra aparatur dan menurunkan kepercayaan publik. Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang akan menggalakkan sejumlah program berbasis perubahan kebiasaan. Salah satunya adalah ajakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat yang akan dipadukan dengan kegiatan senam pagi bersama. “Nanti hari Jumat kita ke kantor naik sepeda, lalu dilanjutkan senam pagi. Banyak teman-teman ASN juga suka bersepeda, jadi sekalian kita optimalkan,” jelas Wahyu. Tak hanya itu, kegiatan tersebut akan dirangkai dengan program “Jumat Bersih”, di mana ASN diajak membersihkan lingkungan kantor usai berolahraga. Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat dan nyaman sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. “Setelah senam, kita lanjutkan bersih-bersih lewat Jumat Bersih. Ini kita optimalkan di hari yang sama,” tambahnya. Selain mendorong penggunaan sepeda, Wahyu juga membuka opsi bagi ASN untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai bagian dari efisiensi. Ia menyebut layanan Trans Jatim yang kini melintasi kawasan Balai Kota Malang dapat menjadi alternatif mobilitas pegawai. “Bisa juga naik angkutan umum. Sekarang Trans Jatim sudah lewat Balai Kota,” ungkapnya. Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Malang berharap dapat menekan pengeluaran operasional sekaligus membangun budaya kerja yang lebih sehat, sederhana, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pesan untuk menjauhi hedonisme pun menjadi penegasan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga bijak dalam menjalani gaya hidup.

admin - Pemerintahan

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:48 | 1034

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan kata sambutannya saat apel hari pertama kerja. Kamis (26/3/2026). (Diskominfo Kota Malang)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya perubahan pola hidup bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel perdana masuk kerja pascalibur.

Secara khusus ia mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam gaya hidup hedonisme, melainkan beralih pada pola hidup hemat, sehat, dan peduli lingkungan.

Menurut Wahyu, upaya efisiensi di lingkungan Pemerintah Kota Malang tidak harus selalu identik dengan pemangkasan anggaran.

Perubahan gaya hidup ASN dinilai menjadi langkah strategis yang bisa langsung diterapkan tanpa menunggu instruksi rinci dari pemerintah pusat.

“Dari pusat belum ada arahan khusus, hanya beberapa hal saja. Jadi kita mencoba sendiri bagaimana mengurangi dampak ini,” ujarnya.

Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam hal kesederhanaan dan pengelolaan keuangan.

Gaya hidup berlebihan, menurutnya, berpotensi merusak citra aparatur dan menurunkan kepercayaan publik.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang akan menggalakkan sejumlah program berbasis perubahan kebiasaan.

Salah satunya adalah ajakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat yang akan dipadukan dengan kegiatan senam pagi bersama.

“Nanti hari Jumat kita ke kantor naik sepeda, lalu dilanjutkan senam pagi. Banyak teman-teman ASN juga suka bersepeda, jadi sekalian kita optimalkan,” jelas Wahyu.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut akan dirangkai dengan program “Jumat Bersih”, di mana ASN diajak membersihkan lingkungan kantor usai berolahraga.

Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat dan nyaman sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai.

“Setelah senam, kita lanjutkan bersih-bersih lewat Jumat Bersih. Ini kita optimalkan di hari yang sama,” tambahnya.

Selain mendorong penggunaan sepeda, Wahyu juga membuka opsi bagi ASN untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai bagian dari efisiensi.

Wahyu menyebut layanan Trans Jatim yang kini melintasi kawasan Balai Kota Malang dapat menjadi alternatif mobilitas pegawai.

“Bisa juga naik angkutan umum. Sekarang Trans Jatim sudah lewat Balai Kota,” ungkapnya.

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Malang berharap dapat menekan pengeluaran operasional sekaligus membangun budaya kerja yang lebih sehat, sederhana, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Pesan untuk menjauhi hedonisme pun menjadi penegasan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga bijak dalam menjalani gaya hidup. (*)

Pewarta: Eshan Abyasa Kawindra
Editor: Doi. Nuri