Loading...

Pengunjung

Becak Listrik Dorong Kesejahteraan Warga dan Pariwisata Kota Malang

admin

admin

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:48

1094 | Bagikan

Becak Listrik Dorong Kesejahteraan Warga dan Pariwisata Kota Malang

admin - Pemerintahan

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:48 | 1094

Becak listrik yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Malang di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026). (Diskominfo Malang for JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Kehadiran 200 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kota Malang.

Tidak hanya meringankan beban kerja pengemudi becak, moda transportasi ramah lingkungan ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi angkutan tradisional serta penguatan ekonomi kerakyatan dan pariwisata kota.

Becak listrik yang diserahkan kepada Pemerintah Kota Malang di Balai Kota Malang, Selasa (20/1), memungkinkan para pengemudi bekerja lebih efisien.

Dengan dukungan tenaga listrik, pengemudi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga fisik, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, memperpanjang jam kerja, serta menjaga kesehatan jangka panjang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa becak listrik menjadi solusi konkret yang langsung dirasakan masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak yang selama ini bergantung pada penghasilan harian.

“Becak listrik ini sangat membantu pengemudi becak, terutama yang masuk kategori rentan. Beban fisik berkurang, pendapatan berpotensi meningkat, dan kualitas hidup mereka dapat lebih baik,” ujar Wahyu.

Selain berdampak pada kesejahteraan pengemudi, keberadaan becak listrik juga memberi nilai tambah bagi Kota Malang.

Sebagai angkutan wisata, becak listrik dinilai mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai kota heritage yang ramah lingkungan.

“Becak listrik ini akan meningkatkan user experience wisatawan dalam menikmati wisata heritage Kota Malang, sekaligus mendukung salah satu dasa bhakti unggulan, yakni Ngalam Asyik,” kata Wahyu.

Dari sisi lingkungan, becak listrik dinilai lebih bersih dan senyap dibandingkan kendaraan bermotor konvensional.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Untuk mendukung manfaat jangka panjang, Pemkot Malang juga mendorong pembentukan paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan.

Langkah ini bertujuan menciptakan ketertiban operasional, pemerataan rute, serta perlindungan bagi pengemudi.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, mengatakan bahwa becak listrik dirancang tidak hanya efisien tetapi juga tangguh.

Dengan kapasitas baterai hingga 36 kilometer dalam kondisi penuh, becak listrik dinilai cukup untuk menunjang aktivitas harian pengemudi di wilayah perkotaan.

“Becak ini masih mampu melintasi tanjakan hingga 15 derajat. Ke depan, pengemudi juga akan dibekali pendampingan teknis agar penggunaan becak listrik benar-benar optimal,” ungkapnya.

Ia berharap program bantuan becak listrik ini dapat memberi dampak luas bagi masyarakat dan kota, serta menjadi contoh sinergi antara kepedulian sosial dan pembangunan berkelanjutan.

Kehadiran becak listrik di Kota Malang diharapkan menjadi simbol transformasi transportasi tradisional yang tetap mempertahankan kearifan lokal, namun selaras dengan kebutuhan zaman, sekaligus membawa manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat luas. (**)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri