Dua Kantong Parkir Baru di Kayutangan Heritage Berpotensi Tambah PAD Kota Malang
Selasa, 14 Januari 2025 - 12:49
Dua Kantong Parkir Baru di Kayutangan Heritage Berpotensi Tambah PAD Kota Malang
Selasa, 14 Januari 2025 - 12:49 | 1293
Kayutangan Heritage miliki 2 kantong parkir baru yang berpotensi tambah PAD. Selasa,(14/1/2025). (Zara/JN)
Kota Malang, JN – Proyek pembangunan 2 kantong parkir baru di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, diproyeksikan akan memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2miliar hingga Rp 5 miliar setiap tahunnya.
Kantong parkir vertikal di Jalan Majapahit saat ini telah beroperasi, sementara pembangunan kantong parkir di Jalan Basuki Rahmat sedang dalam proses tender.
Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa kedua kantong parkir tersebut nantinya akan terintegrasi menjadi fasilitas parkir terpusat untuk kawasan Kayutangan Heritage.
|
Baca juga:
Pasar Murah Ramadan di Kantor Kejari Batu |
“Jika menggunakan sistem reguler, estimasinya menyumbang Rp1,5miliar hingga Rp2 miliar per tahun. Namun, dengan sistem progresif, potensi pendapatannya bisa mencapai Rp4 miliar sampai Rp5 miliar,” ujarnya. Selasa (14/1/2025).
Sistem parkir progresif mengacu pada Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, di mana tarif dasar berlaku untuk tiga jam pertama, kemudian naik Rp 1.000 per jam berikutnya.
Meskipun berpotensi meningkatkan pendapatan, Rahmat menyebut pihaknya akan melakukan analisis mendalam untuk menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Saat ini, kantong parkir di Jalan Majapahit memiliki kapasitas 400 kendaraan roda dua dan 14 kendaraan roda empat.
Sementara itu, kantong parkir di Jalan Basuki Rahmat yang masih dalam tahap perencanaan diproyeksikan dapat menampung hingga 500 kendaraan roda dua.
Menurut Rahmat, keberadaan parkir terpusat ini dirancang untuk mengatasi berbagai permasalahan di kawasan Kayutangan Heritage.
Masalah yang dimaksud, seperti kemacetan, tarif parkir liar, praktik premanisme oleh oknum juru parkir, serta potensi tindak kriminalitas.
Langkah ini diharapkan juga meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan dan masyarakat setempat.
“Upaya sosialisasi telah kami lakukan sebanyak tiga kali. Respon masyarakat, juru parkir, dan pelaku usaha di kawasan ini sangat positif, karena hal ini mendukung keberlanjutan wisata budaya di Kayutangan,” tambah Rahmat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas parkir resmi yang disediakan dan terbiasa berjalan kaki menjelajahi berbagai spot wisata di kawasan Kayutangan Heritage.
Upaya ini, diharapkan dapat memperkuat citra kawasan sebagai destinasi wisata yang nyaman dan tertata. (**)
Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri