Loading...

Pengunjung

ITN Malang Terafiliasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang

admin

admin

Jumat, 26 April 2024 - 06:15

832 | Bagikan

ITN Malang Terafiliasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Lumajang

admin - Pemerintahan

Jumat, 26 April 2024 - 06:15 | 832

Kerja sama dengan Pemkab Lumajang, ITN Malang siap beri kontribusi dan kolaborasi berdayakan masyarakat dan atasi permasalahan. Jumat (26/4/2024). (Humas ITN Malang for JN)

Kabupaten Lumajang, JN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lumajang, Drs Agus Triyono MSi mengatakan jika Kabupaten Lumajang saat ini sedang mengalami beberapa kendala.

Selain bencana alam, adalah stunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrim yang masuk dalam program nasional dan daerah.

Sebab itulah, Pemkab Lumajang melakukan penandatangan kerja sama antara Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), dan Pemkab Lumajang, di Ruang Rapat Rektorat Kampus 1 ITN Malang, Rabu (24/04/2024) selumbari.

Atas kepercayaan Pemkab Lumajang, Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto ST MT PhD berkomitmen, ITN Malang akan ikut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan mengatasi permasalahan di Kabupaten Lumajang.

"Kami melihat secara umum, Kabupaten Lumajang menghadapi kompleksitas masalah, namun sekaligus memiliki banyak opportunity (kesempatan) di sana," ujarnya.

Awan menyebut, kearifan lokal dari masyarakat dalam hal mengelola kebencanaan saat berhadapan dengan bencana alam sedemikian rumitnya. Mereka (masyarakat) berusaha survive dan terus mengembangkan potensinya.

"Kami berupaya agar bisa berkontribusi dalam penanganan bencana, mengatasi sunting, inflasi, kemiskinan ekstrim dengan teknologi pangan," imbuh Awan.

Kondisi ini, diyakini Awan, bisa tertangani dengan adanya kolaborasi bersama pemangku kepentingan dengan membangun sistem yang lebih terintegrasi.

"Bersama-sama kami bisa memantau kondisi terkini baik kondisi alam maupun masyarakat. Sehingga kejadian-kejadian yang menimbulkan kerugian bisa teratasi," katanya.

Awan melihat banyak peluang yang bisa dikerjasamakan dan ditingkatkan. Sehingga bisa memberikan solusi serta memberdayakan masyarakat di Kabupaten Lumajang.

"Selama ini, para dosen kami sudah sering terlibat di dalam penyusunan kebijakan pembangunan kota maupun kabupaten khususnya di Indonesia Timur,” tambahnya.

Rektor ITN ini juga berharap kerja sama bisa terus berlanjut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Lumajang. Sehingga masyarakat tertarik untuk melanjutkan pendidikan sarjana maupun pascasarjana di ITN Malang.

Sebagai informasi, tahun 2024 ini ITN Malang telah membuka Program Doktor Manajemen Rekayasa (PDMR).

“Dengan pengalaman SDM di Kabupaten Lumajang tentunya akan bisa memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi, serta implementasi di bidang keteknikan dan manajemen rekayasa di Kabupaten Lumajang,” harapnya.

Kerja sama yang ditandatangani Rektor ITN Malang dan Pj Bupati Lumajang, Indah Wahyuni SH MSi ini tertuang dalam Nota Kesepahaman Bersama (NKB).

Kerjasama ini dalam ruang lingkup pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, perencanaan umum dan perumusan kebijakan, pengkajian dan pengabdian kepada masyarakat, perencanaan dan pengembangan pariwisata.

Selanjutnya, juga sektor ekonomi, lingkungan hidup, teknologi dan sistem informasi, pendampingan tenaga ahli, peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia dan aparatur sipil negara, dan bidang lain.

Sekadar diketahui, Sekda Kabupaten Lumajang turut hadir dalam penandatanganan kerja sama yakni, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indriono Krishna Murti AP, Analis Kebijakan Muda Sub Kerjasama dan Administrasi Kewilayahan Haris Hermansyah, dan Pengadministrasi Umum Mohammad Yani.

Sekda Kabupaten Lumajang Drs Agus Triyono MSi berharap, ITN Malang bisa membantu program-program nasional yang dikejar oleh pemerintah pusat. Yakni menangani sunting, inflasi, dan kemiskinan ekstrim yang diharapkan nol persen di tahun 2024.

Hal tersebut merupakan tiga prioritas pokok yang harus segera tertangani disamping masalah pencegahan bencana alam.

Seperti halnya kejadian Kamis, 18 April 2024 lalu di wilayah Lumajang terjadi bencana banjir dan tanah longsor akibat lahar Semeru. Ini dipicu adanya hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi lama.

"Untuk memantau getaran tertentu saja, mungkin dengan early warning bisa membantu kesiapan kami khususnya warga sekitar Gunung Semeru. Atau memantau getaran dari Semeru bisa juga untuk (memantau) banjir. Namun pendampingan ITN kami butuhkan," tukas dia.

Agus memandang, ITN Malang sebagai kampus teknik yang paham teknologi nantinya bisa membantu kesiapan warga Lumajang khususnya di daerah rawan bencana dengan teknologi early warning system.

Terkait stunting, Agus berharap ITN mampu menyelesaikan secara teknologi. Kemudian inflasi bagaimana mengendalikan harga.

"Kami sudah melakukan dengan menjaga ketersediaan bahan pokok. Ini bisa disentuh dengan teknologi agar bisa mengatur produksi pertanian. Serta kemiskinan ekstrim. Ketiganya menjadi tantangan kami,” pungkas dia. (**)

Pewarta: Michele Z Sima 
Editor: Doi Nuri