Ketika Visi mBatu SAE Terlantun Dalam Panjatan Doa Nuzulul Qur'an oleh KH Marzuki Mustamar
Senin, 17 Maret 2025 - 22:03
Ketika Visi mBatu SAE Terlantun Dalam Panjatan Doa Nuzulul Qur'an oleh KH Marzuki Mustamar
Senin, 17 Maret 2025 - 22:03 | 1386
KH Marzuki Mustamar saat menghadiri undangan acara Nuzulul Qur'an dari Wali Kota Batu Nurochman. Jum'at (17/3/2025). (Doi/JN)
Kota Batu, JN — Salah satu ulama sepuh Malang Raya, yakni Dr KH Marzuki Mustamar MAg, hadir dan memberikan doa secara langsung kepada pasangan Wali Kota Batu Nurochman SH, dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto SH.
Pengasuh Pondok Pesantren Sabilu Rosyad itu, mendukung sekaligus mendoakan visi mBatu SAE yang diusung untuk membawa Kota Batu surplus, dan menaikkan taraf kesejahteraan masyarakatnya.
"Saya berdoa, agar Cak Nur dan Mas Heli, istiqomah dalam amanah membawa visi mBatu SAE. Sebab saya melihat, harapan besar perubahan kota ini ada pada visi tersebut," ungkap Kyai Marzuki.
Sebagai informasi, visi mBatu SAE merupakan singkatan dari Madani, Berkelanjutan, Agroindustri, Tenteram, dan Unggul.
Visi itu akan diwujudkan melalui 5 misi utama, meliputi peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan sosial; pengembangan ekonomi dan daya saing daerah; perbaikan tata kelola pemerintahan; pemberdayaan masyarakat; serta pelestarian lingkungan.

Berlangsung di Masjid Brigadir Jenderal Soegiono yang terletak di komplek Balai Kota Among Tani, Cak Nur karib ia disapa, sebelumnya memanjatkan doa untuk diberikan kekuatan membawa Kota Batu dengan visi mBatu SAE. Jum'at (17/3/2025) malam.
Mayoritas masyarakat Kota Batu disebut Cak Nur, memenuhi hajat hidup dengan bertani, maka ia meminta segala unsur Pemkot Batu untuk berpihak kepada masyarakat, dengan berkontribusi di sektor pertanian.
"Kami di pemerintahan akan mengambil kebijakan seluas-luasnya, untuk hadir dan berpihak kepada masyarakat petani di Kota Batu," tegas dia.
Kota Batu sebagai kota pariwisata, mendatang Cak Nur dan Mas Heli mencanangkan kota dingin ini sebagai kota holtikultura.
"Semoga pertanian menjadi industri yang penuh keberkahan untuk masyarakat, mohon doanya atas satu langkah yang sedang kami jalani sekarang," ungkapnya kepada KH Marzuki dan seluruh audien.

Cak Nur menegaskan, pihaknya sedang merintis untuk mampu membawa komoditas pertanian bisa go internasional.
"Disamping bisa mengisi pasokan untuk pasar nasional, juga mampu berdaya di taraf internasional," imbuhnya.
Dalam kata sambutannya, Cak Nur juga menyinggung tentang program 1 desa atau kelurahan 1 sarjana setiap tahun akan terealisasi.
Pada porsi religiusitas, Cak Nur jiga bertekad akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur'an di Kota Batu sacara eksklusif, untuk menopang semangat keagamaan.
Pada akhir sambutannya, Cak Nur mengajak seluruh masyarakat muslim di Kota Batu agar tidak hanya meletakkan Al Qur'an hanya sebatas kitab suci. Namun, lebih memahami hal yang tersirat dan tersurat di dalamnya.

"Mari kita baca dan pahami makna dari Al Qur'an walaupun hanya 1 ayat. Hal ini, akan membentuk masyarakat Kota Batu sebagai masyarakat dalam peradaban madani," tandas dia.
Cak Nur lantas menegaskan, program yang mereka tuangkan dalam visi mBatu SAE, tentunya tidak bisa berjalan sendiri. Mereka membutuhkan masukan dan arahan dari masyarakat.
"Pemerintahan kami adalah pemerintahan terbuka, terutama untuk usulan dan masukan juga kritik yang membangun. Sebab, saya dan Mas Heli tidak akan mampu memikul tanggung jawab ini sendirian," pungkasnya. (*)
Pewarta: Rendi Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri