Langkah Brilian DLH Kota Batu Olah Sampah Jadi Produk Tepat Guna
Kamis, 11 Januari 2024 - 18:52
Langkah Brilian DLH Kota Batu Olah Sampah Jadi Produk Tepat Guna
Kamis, 11 Januari 2024 - 18:52 | 629
Mengolah sampah menjadi produk tepat guna adalah inisiasi DLH Kota Batu. Jumat (12/1/2024). (Doi Nuri / JN)
Kota Batu, JN – Perubahan fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung menjadi tempat pemrosesan akhir sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bukan isapan jempol semata.
Pasalnya, kehadiran tiga mesin incinerator berkapasitas 6,3 ton per jam pada setiap mesin untuk mengolah sampah yang tiba dari TPS 3R desa langsung diolah, menghindarkan dari tumpukan sampah seperti sebelumnya.
Poin brilian dari metode baru ini, sisa pembakaran diubah menjadi kompos, mendukung siklus alam yang berkelanjutan.
"TPA Tlekung bukan lagi tempat menggunungnya sampah, melainkan pusat pemrosesan yang ramah lingkungan," ungkap Kabid Pengolahaan Sampah dan Limbah B3, Vardian Budi Santoso.
Pepeng panggilan akrabnya, menjelaskan jika sampah plastik diperlakukan secara inovatif. Melalui mesin khusus, plastik diubah menjadi lembaran papan setebal 6 cm dengan dimensi 1,75 cm x 40 cm.

"Metode ini membuka peluang baru, seperti pembuatan paving blok, menciptakan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna," lanjut dia.
Mendatang, lanjut Pepeng, metode ini dapat diadopsi wilayah lain yang memberikan kontribusi positif terhadap upaya global dalam mengatasi permasalahan sampah.
"Dengan adanya mesin incenerator, sudah tidak ada lagi sampah yang ditumpuk dan sampah sisa TPA lama karena setiap hari dibakar, makin lama makin habis maka tidak ada lagi cairan lindi," papar dia.
Selain itu, sisa pembakaran sampah residu dari Incenerator yang berupa serbuk halus dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Dengan proses pengomposan yang tepat, serbuk halus ini dapat menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi.
Pemanfaatan limbah plastik dalam pembuatan kompos, dijelaskan Pepeng, membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

"Pendekatan ini tidak hanya mengubah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam," katanya.
Pepeng mematok target 3 tahun untuk menghabiskan gunungan sampah yang sempat menimbulkan polemik bagi warga Kota Batu.
"Setelah gunungan sampah berhasil kami bersihkan total, lahan yang tersedia akan kami upayakan menjadi taman hijau," pungkasnya. (*)
Pewarta: Doi Nuri
Editor: Sarah Mawardi