Perumdam Among Tirto Beraudiensi dengan DPRD Kota Batu Terkait Penurunan Debit Air di Pesanggrahan
Rabu, 16 April 2025 - 02:12
Perumdam Among Tirto Beraudiensi dengan DPRD Kota Batu Terkait Penurunan Debit Air di Pesanggrahan
Rabu, 16 April 2025 - 02:12 | 1301
Pelaksanaan hearing Perumdam Among Tirto bersama DPRD Kota Batu. Senin (14/4/2025). (Doi / JN)
Kota Batu, JN — Menanggapi aduan masyarakat Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) terkait penurunan debit mata air Sumber Darmi, undang Perusahaan Air Minum (Perumdam) Among Tirto.
Undangan tersebut, ditujukan sebagai fasilitasi hearing atau audiensi untuk menemukan solusi bersama, dalam menyelesaikan keluhan masyarakat terkait air.
Komisi B DPRD mendatangkan manajemen Perumda Among Tirto dalam rapat dengar pendapat pada Senin 14 April 2025 selumbari, untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, penurunan drastis dari 42 liter per detik menjadi 32 liter per detik.
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Asmadi, mengungkapkan kondisi ini tak bisa dianggap remeh, apalagi Kota Batu saat ini memiliki jajaran kepemimpinan yang lengkap, mulai dari wali kota, wakil wali kota, hingga pimpinan dewan.
“Penurunan ini cukup besar. Saatnya ada penataan ulang distribusi air bersih di Kota Batu,” tegas Asmadi.
Dalam hearing tersebut, juga mencuat persoalan ketidakadilan tarif penggunaan air.
Banyak pengusaha villa dan homestay yang memiliki kolam renang diketahui menyedot air langsung dari saluran Perumda, namun tetap dikenai tarif yang sama dengan pelanggan rumah tangga biasa.
“Inilah letak ketidakadilannya. Pengusaha villa membayar dengan tarif sama seperti masyarakat golongan satu hingga tiga,” tambah Asmadi.
Pj Direktur Perumdan Among Tirto, Ichwan Hadi, berjanji akan melakukan pencarian sumber air baru di wilayah Kabupaten Malang untuk mengantisipasi menurunnya pasokan air di Kota Batu.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons cepat, namun DPRD mengingatkan perlunya pengawasan distribusi yang lebih ketat serta evaluasi kebijakan tarif agar penggunaan air lebih adil dan berkelanjutan.
Persoalan air bersih di Kota Batu dinilai bukan sekadar persoalan teknis, namun menyangkut hak dasar masyarakat yang harus dijamin secara adil dan merata. (*)
Pewarta: Rendi Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri