Pidato Perdana Cak Nur dan Mas Heli pada Forum Paripurna DPRD Kota Batu
Selasa, 04 Maret 2025 - 17:28
Pidato Perdana Cak Nur dan Mas Heli pada Forum Paripurna DPRD Kota Batu
Selasa, 04 Maret 2025 - 17:28 | 2212
Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Batu. Selasa (4/3/2025). (Buang for JN)
Kota Batu, JN – Visi mBATU SAE (Madani, Berkelanjutan, Agrokreatif, Terpadu, Unggul, Sinergi, Akomodatif dan Ekologis) yang dilandasi oleh sembilan Nawa Bhakti, menggema pada rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu.
Rapat Paripurna Penyampaian Sambutan Wali Kota Batu masa jabatan 2025-2030 berlangsung di Gedung DPRD kota Batu, Selasa (4/3/2025).
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Batu, Nurochman SH MH memaparkan Nawa Bhakti sebagai misinya dalam visi Mbatu SAE yang diusungnya sebagai program.
Konsep ini, menurut Nurochman, bukan sekadar wacana dan akan diimplementasikan dalam kebijakan yang nyata.
”Visi ini bukan dan tidak boleh menjadi ilusi. Kami akan merealisasikannya melalui sembilan misi strategis dalam Nawa Bhakti,” tegasnya.

Karena itu, dalam 100 hari kerja ini Cak Nur Karibia disapa, akan menyoroti persoalan sampah. Terutama menata instrumen bagi tata kelola sampah bisa diselesaikan.
Langkah ini, dijalankan Cak Nur, akan diambil mulai dari proses pemilahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
"Kami akan mencoba memanfaatkan dekomposter (alat membuat pupuk kompos, red) di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Tlekung," katanya.
Sampah itu, dijelaskan Cak Nur, akan disinergikan dengan dunia usaha, yang akan mengelola sampah hasil produksi itu untuk perusahaan masing-masing, dengan pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR).
Selanjutnya, realisasi wacana kenaikan insentif bagi ketua RT dan juga guru-guru agama, naik sebesar Rp200 ribu.

"Anggaran untuk insentif tersebut, diambilkan dari APBD 2025 yang sudah dapat dijalankan," kata Cak Nur.
Selain itu, Cak Nur juga akan merealisasikan penurunan Pajak (Nilai Jual Obyek Pajak) NJOP sebesar 30 persen.
“Dengan penurunan pajak ini akan lebih meringankan masyarakat karena pajak PBB juga akan turun,” sebutnya.
Duet Cak nur dan Mas Heli, juga akan segera merealisasikan program 1000 sarjana dengan menggandeng beberapa perusahaan melalui skema CSR.
Kendati belum bisa langsung digunakan untuk membiayai 1000 calon sarjana namun setidaknya program itu sudah dapat dimulai.

“Kami akan coba petakan dan mengakumulasi kekuatan dana non APBD-nya,” imbuhnya.
Bahkan, program 1000 Sarjana yang dibuat oleh pemerintahan Nurochman-Heli, salah satunya adalah untuk mencetak sarjana di bidang pertanian.
Pasalnya, lulusan dari program yang di support oleh CSR perusahaan itu nanti, diharapkan juga dapat membangun pertanian di Kota Batu.
Sementara, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menambahkan Nawa Bhakti yang telah mereka rancang,pasti akan diaplikasikan.

Sebagai informasi, sembilan misi utama yang akan menjadi fokus pembangunan Kota Batu antara lain;
1. Peningkatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing.
2. Pengembangan sektor ekonomi seperti UMKM, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. Pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan dasar.
4. Pelestarian budaya dan jati diri daerah sebagai bagian dari identitas Kota Batu.
5. Pengelolaan tata ruang yang berkelanjutan, termasuk penyelamatan hutan dan sumber daya air.
6. eningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat guna menciptakan lingkungan yang kondusif.
7. ata kelola pemerintahan yang bersih dan inovatif untuk meningkatkan pelayanan publik.
8. Kolaborasi antar pemangku kebijakan dan stakeholder dalam pembangunan daerah.
9. Penguatan pemerintahan desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembangunan.

Mas Heli menegaskan, mereka akan segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam waktu 6 bulan setelah pelantikan.
"Penyusunan RPJMD ini akan mengacu pada berbagai dokumen perencanaan nasional dan daerah agar sejalan dengan arah pembangunan yang lebih luas sehingga bisa menjadi pedoman pembangunan,” tukas dia.
Mas Heli menambahkan, jika visi mBatu sae yang akan direalisasikan dengan Nawa Bhakti tersebut, dipersembahkan bagi Generasi Emas 2045 mendatang.
"Kita tidak bisa hanya berpikir untuk hari ini saja, untuk zona nyaman kita saat ini saja. Namun generasi selanjutnya, harus menjadi generasi emas yang akan menjaga bumi pertiwi ini," pungkasnya. (**)
Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri