Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Siap Digunakan, Menteri PU Tinjau langsung
Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:59
Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Siap Digunakan, Menteri PU Tinjau langsung
Sabtu, 18 Januari 2025 - 12:59 | 1235
Menteri PUPR bersama rombongan meninjau langsung Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang. Sabtu (18/1/2025). (Zara/JN)
Kabupaten Malang, JN – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia (RI) Dody Hanggodo dalam kunjungan kerjanya, meninjau Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang.
Kepada awak media, Dody memberikan keterangan bahwa kondisi teknis Stadion Kanjuruhan sebelumnya sudah tidak layak dan berbahaya bagi pengguna.
Namun menurut dia, pendekatan renovasi dilakukan dengan hati-hati, mempertimbangkan masukan dari keluarga korban dan masyarakat.
"Proses renovasi ini tidak hanya memperbaiki kondisi fisik stadion, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat pada bangunan tersebut," katanya.
Sebagai informasi, renovasi Stadion Kanjuruhan ini melibatkan penerapan standar keselamatan internasional, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI) dan regulasi FIFA.

"Prosesnya memang panjang karena stadion ini memiliki sejarah yang harus kita jaga. Kita ingin agar memori ini tetap hidup untuk anak cucu kita mendatang," ujar Dody dalam konferensi pers.
Dody menambahkan, biaya yang dibutuhkan memang besar, tetapi jika berbicara tentang sejarah dan nyawa manusia, maka tidak bisa dinilai dengan uang.
"Stadion kini telah memiliki jalur evakuasi yang mampu mendukung evakuasi penonton dalam waktu tujuh menit, sesuai dengan hasil uji coba," imbuh Dody.

Stadion Kanjuruhan kini siap diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dikelola lebih lanjut. Dody berharap stadion ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah sekaligus tempat yang aman bagi masyarakat.
"Kami membangun dengan hati. Insyaallah stadion ini akan tetap layak digunakan hingga 30-40 tahun ke depan. Mari kita hargai sejarah ini, bukan hanya dari sisi biaya, tetapi dari nilai kemanusiaan yang tak ternilai," tukas dia.
Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Airyn Saputri Harahap, menjelaskan bahwa proses renovasi membutuhkan konsultasi intensif dengan banyak pihak, termasuk keluarga korban.

"Kami mendiskusikan hampir semua aspek, mulai dari desain hingga warna stadion. Semua ini untuk menghormati permintaan keluarga dan memastikan keselamatan pengguna stadion," jelas Airyn.
Biaya renovasi yang lebih mahal dibandingkan pembangunan stadion baru, seperti di Lamongan, dijelaskan karena keharusan mempertahankan elemen bersejarah yang ada.
"Berbeda dengan membangun dari nol, renovasi ini membutuhkan penguatan struktur yang sudah ada dan pelestarian nilai sejarah," pungkasnya. (*)
Pewarta: Zara Putri Islamia Aiska
Editor: Doi Nuri