Bawa Inovasi PLTS ke Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Dorong Kemandirian Energi Warga
Selasa, 30 Juni 2026 - 02:14
Bawa Inovasi PLTS ke Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Dorong Kemandirian Energi Warga
Selasa, 30 Juni 2026 - 02:14 | 1431
Edukasi dan Pelatiha PLTS oleh ITN Malang. Ahad (28/6/2026). (ADV)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Warga RW 13 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai upaya mendorong terwujudnya kampung mandiri energi.
Kegiatan bertajuk "Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan" tersebut digelar pada Ahad (28/6/2026).
Pelatihan menghadirkan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dipimpin Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr Irmalia Suryani Faradisa ST MT bersama pakar energi terbarukan Dr Ir Widodo Pudji Muljanto MT.
Irmalia Suryani Faradisa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian kepada masyarakat.
"Kami punya kewajiban tridarma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Prodi Teknik Elektro, lanjut Irma, diberikan kesempatan oleh pihak RW 13 Madyopuro untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini sekaligus menjadi wadah pengabdian bagi dosen.
"Kami berharap, pengetahuan yang kami miliki dapat langsung diterapkan oleh masyarakat di lingkungan sekitar," ujarnya saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini terlaksana melalui dukungan Small Grant Program FOLU Net Sink 2030, yakni program pendanaan lingkungan yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan dukungan Pemerintah Norwegia.
Program tersebut bertujuan memperkuat pembangunan rendah karbon melalui berbagai inovasi lingkungan di tingkat masyarakat, termasuk pengembangan energi baru terbarukan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai perubahan iklim, prinsip kerja PLTS, pengenalan komponen sistem tenaga surya, hingga cara menghitung kebutuhan energi untuk rumah tangga maupun fasilitas umum.
Pakar energi terbarukan ITN Malang, Widodo Pudji Muljanto, mengatakan pihaknya memberikan pembekalan agar masyarakat semakin memahami manfaat energi bersih sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.
"RW 13 selama ini sudah memiliki program pemberdayaan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kami memberikan pembekalan mengenai pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi hijau sekaligus membagikan modul pembelajaran agar masyarakat dapat mempelajarinya secara mandiri," kata Widodo.
Tidak hanya menyampaikan teori, tim Teknik Elektro ITN Malang juga menghadirkan sesi praktik melalui simulasi pemasangan sistem PLTS.
Empat mahasiswa semester akhir diterjunkan sebagai fasilitator untuk mendampingi peserta mengenali komponen, melakukan simulasi instalasi sistem on-grid maupun off-grid, hingga menghitung estimasi kebutuhan daya listrik.
Menurut Widodo, antusiasme warga terlihat sangat tinggi selama pelatihan berlangsung.
"Warga sangat tertarik. Mahasiswa membawa modul praktik sehingga peserta dapat langsung melihat dan mencoba simulasi instalasi. Kami berharap ke depan ada program lanjutan sehingga kerja sama antara ITN Malang dan masyarakat dapat terus berlanjut," ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis energi baru terbarukan yang dikembangkan di Program Studi Teknik Elektro ITN Malang.
Selain mendapatkan pengalaman praktik, mahasiswa juga dibekali sertifikasi kompetensi di bidang PLTS sebelum menyelesaikan studi.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Camat Kedungkandang, karang taruna, kader lingkungan, serta perwakilan Kampung ProKlim dari sejumlah wilayah.
Ketua RW 13 Madyopuro, Mochamat Sutanto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan tersebut.
Menurutnya, dukungan melalui Small Grant Program FOLU Net Sink 2030 menjadi motivasi bagi warga untuk menghadirkan inovasi yang berdampak terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Ia menambahkan, warga berharap kerja sama dengan ITN Malang dapat terus berlanjut, termasuk kesempatan belajar secara langsung mengenai pengelolaan PLTS di Kampus 2 ITN Malang sebagai bekal mewujudkan Kampung ProKlim yang mandiri energi dan berkelanjutan.
Apabila diinginkan, naskah ini juga dapat disusun dengan gaya khas media nasional seperti Detikcom, Kompas.com, atau Antara dengan judul yang lebih SEO-friendly. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri