Harapan Baru Anak-anak Kota Batu, ITN Malang Dukung Program Beasiswa 1000 Sarjana
Minggu, 11 Januari 2026 - 18:57
Harapan Baru Anak-anak Kota Batu, ITN Malang Dukung Program Beasiswa 1000 Sarjana
Minggu, 11 Januari 2026 - 18:57 | 1155
Agenda ceremonial kerjasama antara Pemkot Batu dan ITN terkait Program Beasiswa. Senin (12/1/2026)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Program Beasiswa 1000 Sarjana yang digagas Pemerintah Kota Batu membawa harapan baru bagi ratusan bahkan ribuan anak-anak dari keluarga di Kota Batu untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Harapan itu semakin nyata setelah Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi menjadi mitra dalam program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut.
Komitmen ini telah ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Batu dan ITN Malang.
Saat itu komitmen tersebut bersamaan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2025 dan HUT ke-80 PGRI Tingkat Kota Batu dalam acara Spekta GTK di GOR Gajah Mada, Selasa 9 Desember 2025 lalu.
Bagi banyak keluarga di Kota Batu, kesempatan kuliah gratis bukan sekadar program pendidikan, tetapi menjadi jalan keluar dari keterbatasan ekonomi sekaligus jembatan menuju masa depan yang lebih baik.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST MT PhD., menyampaikan bahwa ITN Malang ingin hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra yang ikut menumbuhkan mimpi generasi muda Kota Batu.
“Kami ingin anak-anak SMA dan SMK di Kota Batu punya kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Mereka punya potensi besar untuk menjadi engineer dan tenaga profesional masa depan,” ujarnya dengan penuh optimisme.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuka ruang luas bagi generasi muda untuk berkarya. ITN Malang, sebagai kampus berbasis teknologi dan inovasi, berupaya memastikan kesempatan itu dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini terkendala biaya.
Melalui Program Beasiswa 1000 Sarjana, lulusan SMA/SMK atau sederajat ber-KTP Kota Batu dapat menempuh pendidikan tinggi secara gratis 100 persen, mencakup Bantuan Pengembangan Pendidikan (DPP) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga maksimal delapan semester.
“Kami langsung bergerak menyosialisasikan program ini ke sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Harapannya, tidak ada anak Kota Batu yang berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan ekonomi,” tambah Rektor.
Wali Kota Batu, Nurochman, SH., MH., menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak daerahnya.
Senyampamg menikmatibu usai tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Batu memilih tetap memprioritaskan pendidikan.
?
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami tidak ingin ada anak Kota Batu yang gagal kuliah karena biaya. Negara dan pemerintah daerah harus hadir untuk mereka,” tegas Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur.
Ia menilai Program Beasiswa 1000 Sarjana bukan sekadar angka atau target, melainkan upaya membangun generasi yang kelak mampu mengangkat kesejahteraan keluarga dan masyarakatnya sendiri.
“Manfaatnya mungkin baru terasa beberapa tahun ke depan, tetapi inilah pondasi masa depan Kota Batu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, M Chori SSos MSimenjelaskan bahwa program ini dirancang agar seluruh anak Kota Batu memiliki akses pendidikan tinggi tanpa diskriminasi.
“Kami ingin semua anak Kota Batu, apa pun latar belakang ekonominya, memiliki kesempatan yang sama untuk kuliah dan meraih cita-cita,” katanya.
Dengan keterlibatan ITN Malang dan perguruan tinggi mitra lainnya, Program Beasiswa 1000 Sarjana diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan berijazah, tetapi juga generasi muda yang siap kembali membangun Kota Batu dengan ilmu, kepedulian, dan pengabdian. (**)
Pewarta: Rendi Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri