Loading...

Pengunjung

Inovasi Herbal UMM Curi Perhatian Menteri Pertanian, Diklaim Efektif Atasi Anemia dan Turunkan Residu Mikroplastik

admin

admin

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39

1399 | Bagikan

Inovasi Herbal UMM Curi Perhatian Menteri Pertanian, Diklaim Efektif Atasi Anemia dan Turunkan Residu Mikroplastik

admin - Pendidikan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 | 1399

Pameran Studentpreneur Bootcamp 2026 di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). (Humas UMM for JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Inovasi paket herbal untuk pengentasan anemia sekaligus penurunan residu mikroplastik karya Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, menjadi salah satu daya tarik dalam pameran Studentpreneur Bootcamp 2026.

Produk unggulan Pusat Penelitian dan Pengembangan Produk Halal (P3 Halal) UMM tersebut dipamerkan pada ajang nasional yang diselenggarakan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026).

Menteri Pertanian RI, Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP yang meninjau langsung stan pameran memberikan apresiasi terhadap inovasi kesehatan berbasis bahan baku lokal tersebut.

Menurutnya, hilirisasi hasil riset yang memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

"Wah, ini joss sekali inovasinya! Pemanfaatan bahan lokal seperti mawar dan bayam merah untuk mengatasi anemia sekaligus membersihkan tubuh dari mikroplastik adalah langkah cerdas yang sangat bermanfaat bagi masyarakat," ujar Amran.

Prof Elfi Anis Saati menjelaskan bahwa inovasi tersebut dikembangkan melalui pendanaan riset terapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) senilai Rp318 juta.

Penanganan anemia dilakukan melalui dua pendekatan, yakni meningkatkan sistem imun menggunakan kombinasi ekstrak mawar dan jahe merah, serta meningkatkan kadar zat besi (Fe) melalui suplemen berbahan bubuk mawar dan bayam merah untuk membantu pembentukan hemoglobin.

"Jadi saya menggunakan dua jalur untuk mengatasi anemia. Pertama, meningkatkan imunitas. Kedua, kapsul ini isinya bubuk mawar dan bayam merah yang mengandung Fe untuk meningkatkan hemoglobin," jelasnya.

Ia menyebutkan, paket herbal tersebut terdiri atas tiga produk, yakni Suplemen Zat Besi+ Antioksidan, minuman Roseit, dan Elvibers Go-Herbal Mawar Plus Jahe Merah.

Berdasarkan hasil uji klinis terhadap 33 pasien dengan anemia sedang hingga berat, mayoritas peserta mengalami peningkatan kadar hemoglobin hingga kembali ke batas normal setelah mengonsumsi paket herbal selama empat minggu.

"Alhamdulillah, setelah mengonsumsi tiga paket ini selama empat minggu, 85 persen penderita anemia kadar hemoglobinnya kembali normal," katanya.

Tidak hanya berfungsi untuk mengatasi anemia, Prof Elfi mengungkapkan bahwa hasil penelitian praklinis lanjutan pada 2026 menunjukkan suplemen herbal tersebut juga berpotensi menurunkan residu mikroplastik di dalam tubuh.

Selain itu, produk tersebut dinilai mampu membantu melindungi organ vital, seperti hati dan ginjal, dari risiko kerusakan.

"Tahun ini saya meriset kembali, ternyata suplemen ini juga bisa menurunkan residu mikroplastik yang sedang ramai, serta membantu mencegah kerusakan hati dan ginjal," ungkapnya.

Selain produk berbasis ekstrak mawar, P3 Halal UMM juga memamerkan sejumlah inovasi pangan fungsional lainnya, di antaranya kopi rempah, beras analog tinggi protein untuk balita stunting, serta beras analog kaya kalsium bagi ibu hamil.

Melalui berbagai inovasi tersebut, UMM menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai penggerak hilirisasi riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan masyarakat.

Produk-produk hasil penelitian tersebut diharapkan memperoleh dukungan untuk memasuki tahap produksi massal sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas, mendukung ketahanan pangan bergizi, sekaligus memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri