ITN Malang Resmikan Welding Center, Gandeng Industri Hadirkan Produksi Langsung di Kampus
Kamis, 02 Juli 2026 - 04:50
ITN Malang Resmikan Welding Center, Gandeng Industri Hadirkan Produksi Langsung di Kampus
Kamis, 02 Juli 2026 - 04:50 | 1640
Peresmian Welding Center (Pusat Pengelasan) di Program Studi Teknik Mesin S-1, Selasa, (30/06/2026). (Humas ITN for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang meresmikan fasilitas Welding Center (Pusat Pengelasan) di Program Studi Teknik Mesin S-1, Selasa 30 Juni 2026 kemarin.
Peresmian tersebut sekaligus ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ITN Malang dan CV Cakra Lahar Abadi untuk menghadirkan proses produksi industri secara langsung di lingkungan kampus.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis ITN Malang dalam memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus membuka peluang pembelajaran berbasis proyek nyata bagi mahasiswa.
Tidak hanya diperuntukkan bagi sivitas akademika, Welding Center juga dibuka untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa SMA dan SMK di Malang Raya.
Hal itu tercermin dari kehadiran sejumlah perwakilan sekolah dalam peresmian, di antaranya SMA Nasional, MA Muhammadiyah 1 Malang, SMKN 1 Pujon, SMA Islam Pujon, SMKN 6 Malang, serta beberapa sekolah lainnya.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengatakan keberadaan Welding Center merupakan bagian dari upaya kampus membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan industri sekaligus memperkuat kemandirian finansial perguruan tinggi di luar pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT).
"Dua tahun ini kami memang sedang membangun ekosistem. Inputnya nanti dari teman-teman SMK/SMA, kita proses di sini bersama mitra," ujar Awan.
Ia menegaskan jika ini kali pertama di ITN Malang ada industri yang berkomitmen melaksanakan produksi langsung di kampus.
"Hubungan baik dengan alumni membuat mereka percaya menaruh jalur produksinya di sini," imbuh dia.
Menurutnya, keberadaan industri di dalam kampus tidak hanya menjadi sarana praktik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang lahirnya inovasi dan paten bersama antara perguruan tinggi, sekolah, dan mitra industri.
Selama ini, kata dia, berbagai hasil riset kampus kerap belum terserap pasar karena minim keterlibatan industri sejak awal pengembangan.
Sementara itu, Ketua P2PUTN Malang, Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., menilai kekuatan sebuah perguruan tinggi teknik tidak lagi ditentukan oleh kelengkapan fasilitas semata, melainkan oleh eratnya hubungan dengan dunia industri.
Ia menjelaskan ekosistem tersebut dibangun melalui penyusunan kurikulum bersama industri, pembelajaran berbasis proyek, laboratorium berstandar pabrik, hingga sertifikasi profesi yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
"Welding Center ini memegang makna strategis sebagai pusat pelatihan, sertifikasi, riset terapan, dan penggerak utama ekosistem pendidikan berbasis industri di ITN," kata Kartiko.
Direktur CV Cakra Lahar Abadi, Gaung Lahar Karisma, ST., yang juga alumnus Teknik Mesin ITN Malang angkatan 2011, menyatakan optimistis kerja sama tersebut akan menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan maupun industri.
"Kemitraan yang sukses itu tidak diukur dari dokumen MoU yang ditandatangani, tapi bagaimana komitmen itu diwujudkan melalui program kerja nyata dan komunikasi yang saling mendukung. Kami sangat optimistis penggabungan sumber daya dan pengalaman kedua belah pihak akan menjadi pondasi kokoh untuk melahirkan kolaborasi yang produktif ke depan," ujarnya.
Apabila diinginkan, naskah ini juga dapat disusun dengan gaya khas Kompas.com atau Antara yang lebih ringkas dan berorientasi pada kutipan. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri