Loading...

Pengunjung

Kampus 2 ITN Malang Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Sekolah Kejuruan

admin

admin

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:59

1153 | Bagikan

Kampus 2 ITN Malang Jadi Ruang Belajar Nyata bagi Sekolah Kejuruan

admin - Pendidikan

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:59 | 1153

Siswa kelas XII Teknik Geomatika SMKN 1 Singosari menjadikan Kampus ITN 2 sebagai living laboratory. Kamis (29/1/2026). (Humas ITN for JN)

KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Kampus 2 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang semakin menegaskan fungsinya sebagai ruang belajar nyata (living laboratory) bagi sekolah kejuruan.

Selama 19–31 Januari 2026, kawasan kampus ini dimanfaatkan oleh 68 siswa kelas XII Teknik Geomatika SMKN 1 Singosari sebagai lokasi Project Based Learning (PBL) pemetaan skala besar.

Area seluas 10 hektar dari total 65 hektar lahan Kampus 2 ITN Malang dijadikan media pembelajaran langsung yang menyerupai kondisi kerja sesungguhnya di industri pemetaan.

Lingkungan kampus yang kompleks—mulai dari gedung, jalan, lapangan, lahan terbuka hingga area berhutan—memberikan tantangan riil yang tidak bisa diperoleh di ruang kelas.

Ketua Program Studi Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Dedy Kurnia Sunaryo, ST., MT., menyebut Kampus 2 ITN memang dirancang untuk mendukung fungsi akademik sekaligus praktik lapangan lintas jenjang pendidikan, termasuk bagi sekolah kejuruan.

“Kampus 2 ITN tidak hanya menjadi fasilitas perkuliahan mahasiswa, tetapi juga ruang pembelajaran terbuka bagi siswa SMK agar mereka merasakan standar kerja sebenarnya, termasuk kedisiplinan dan kejujuran dalam pengambilan data,” ujarnya.

Menurut DK Sunaryo, bidang pemetaan menuntut tingkat ketelitian dan integritas yang tinggi. Kesalahan kecil dalam pengukuran dapat berdampak besar pada hasil akhir, sehingga proses praktik lapangan secara tidak langsung membentuk karakter kerja jujur dan bertanggung jawab pada siswa.

“Tentunya di lapangan, data tidak bisa dimanipulasi. Jika salah, harus diulang. Di situlah nilai kejujuran dan profesionalisme dibentuk,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Geomatika SMKN 1 Singosari, Widya Prajna, ST., menjelaskan bahwa Kampus 2 ITN Malang dipilih karena mampu menghadirkan ekosistem belajar yang mendekati dunia industri.

“Kami ingin siswa tidak hanya mahir alat, tapi juga terbiasa bekerja sesuai prosedur, jujur terhadap data, dan bertanggung jawab pada hasil. Kampus 2 ITN memberikan semua itu,” kata Widya.

Dalam program PBL ini, siswa tidak hanya melakukan pengukuran, tetapi juga menjalankan simulasi organisasi proyek.

Mereka dibagi dalam struktur kerja mulai dari manajer proyek, surveyor, hingga tim pengolahan data, sebagaimana praktik di perusahaan pemetaan profesional.

Hasil akhir dari kegiatan ini berupa foto udara, peta topografi, dan model 3D Kampus 2 ITN Malang, yang seluruhnya dikerjakan dengan standar akademik dan teknis yang ketat.

Proses tersebut menuntut konsistensi, ketelitian, serta kejujuran dalam setiap tahapan pekerjaan.

Bagi para siswa, praktik di Kampus 2 ITN Malang menjadi pengalaman berharga karena mereka dihadapkan langsung pada kondisi lapangan yang menuntut tanggung jawab individu dan kerja tim.

Kolaborasi ini menegaskan peran Kampus 2 ITN Malang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, sekaligus ruang pembinaan karakter bagi siswa sekolah kejuruan.

Melalui fungsi ini, ITN Malang turut berkontribusi menyiapkan lulusan SMK yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan etos kerja yang kuat. (**)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri