Kantongi Lisensi Resmi Siemens, ITN Bakal Gunakan PSS®SINCAL
Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:19
Kantongi Lisensi Resmi Siemens, ITN Bakal Gunakan PSS®SINCAL
Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:19 | 1383
ITN Malang terima hibah teknologi dari Siemens Indonesia, mahasiswa Teknik Elektro bakal gunakan PSS®SINCAL. Kamis (18/6/2026). (Humas ITN for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi menjadi salah satu dari tujuh perguruan tinggi di Indonesia yang menerima hibah teknologi dari PT Siemens Indonesia melalui program Siemens University Initiative Program Technology Grant.
Penyerahan hibah tersebut diumumkan dalam ajang Siemens Tech Summit 2026 (STS26) yang berlangsung di Jakarta, Kamis 18 Juni 2026 selumbari.
Melalui program tersebut, ITN Malang memperoleh perangkat lunak simulasi sistem tenaga listrik PSS®SINCAL yang digunakan untuk analisis dan perancangan sistem kelistrikan.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST MT PhD, menyampaikan apresiasinya kepada PT Siemens Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut telah dipersiapkan sejak awal tahun 2026 dan diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Maret lalu.
“Terima kasih kepada PT Siemens Indonesia. Prosesi seremonial penyerahan sudah dilakukan dan dalam waktu dekat perangkat lunak ini akan segera kami instal di kampus untuk mendukung kegiatan pelatihan dan pembelajaran,” ujar Awan saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, PSS®SINCAL merupakan perangkat lunak yang banyak digunakan untuk menganalisis performa sistem tenaga listrik, termasuk stabilitas dan distribusi daya.
Teknologi tersebut juga digunakan oleh PT PLN (Persero) dalam berbagai kebutuhan analisis jaringan kelistrikan.
Dengan hadirnya perangkat lunak tersebut, mahasiswa ITN Malang diharapkan dapat menguasai kompetensi yang dibutuhkan industri sejak masih menempuh pendidikan.
Menurut Awan, kemampuan menggunakan perangkat lunak berstandar industri akan menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr Irmalia Suryani Faradisa ST MT mengatakan, hibah tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran di lingkungan kampus.
Menurutnya, mahasiswa kini dapat mempraktikkan berbagai konsep teknik elektro melalui simulasi yang lebih realistis dan aman menggunakan lisensi resmi.
Selain itu, program studi juga tengah melakukan penyesuaian kurikulum dan modul praktikum agar pemanfaatan PSS®SINCAL dapat terintegrasi dalam kegiatan akademik.
“Mahasiswa kini bisa mempraktikkan konsep teknik elektro yang kompleks dalam lingkungan simulasi yang realistis dan aman. Kami juga sedang memperbarui kurikulum serta modul praktikum agar pemanfaatan perangkat lunak ini dapat mendukung peningkatan daya saing lulusan,” ujar Irmalia melalui sambungan WhatsApp.
Sementara itu, pakar energi ITN Malang, Dr Ir Widodo Pudji Muljanto MT menjelaskan, bahwa PSS®SINCAL merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh para insinyur profesional untuk merancang dan menganalisis sistem kelistrikan, mulai dari skala industri hingga jaringan interkoneksi yang luas.
Menurut Widodo, teknologi tersebut memungkinkan berbagai skenario sistem kelistrikan diuji melalui simulasi sebelum diterapkan di lapangan, sehingga dapat meminimalkan risiko kegagalan sistem.
“Perangkat lunak ini digunakan secara luas oleh para engineer profesional untuk merancang sistem kelistrikan. Semua rancangan dapat disimulasikan terlebih dahulu sehingga potensi kesalahan atau kegagalan sistem dapat diketahui sejak awal,” katanya.
Widodo menambahkan, perangkat lunak tersebut juga menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan PT PLN, khususnya pada bidang distribusi dan transmisi tenaga listrik.
Selain mendukung proses pembelajaran, PSS®SINCAL juga dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam penelitian, tugas akhir, maupun skripsi karena telah memenuhi standar internasional seperti IEC, IEEE, dan ANSI.
Selain bagi mahasiswa, akses legal terhadap perangkat lunak tersebut juga membuka peluang bagi dosen untuk mengembangkan riset-riset strategis di bidang ketenagalistrikan yang berkaitan dengan jaringan tegangan rendah, menengah, hingga ekstra tinggi.
Untuk mendukung implementasi teknologi tersebut, ITN Malang bersama Siemens Indonesia telah menyiapkan program Training of Trainer (TOT) yang akan dilaksanakan secara daring maupun luring.
Pelatihan tersebut rencananya dipusatkan di Laboratorium Analisa Sistem Tenaga Elektrik (ASTE) Program Studi Teknik Elektro Kampus 2 ITN Malang.
Dengan hibah teknologi ini, ITN Malang berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang ketenagalistrikan sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan industri energi dan kelistrikan nasional. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri