Kolaborasi ITN Malang dan Pemkab Raja Ampat, Siapkan Master Plan Pembangunan Berbasis Energi Terbarukan dan Pariwisata Berkelanjutan
Minggu, 12 Juli 2026 - 17:01
Kolaborasi ITN Malang dan Pemkab Raja Ampat, Siapkan Master Plan Pembangunan Berbasis Energi Terbarukan dan Pariwisata Berkelanjutan
Minggu, 12 Juli 2026 - 17:01 | 1392
Penandatanganan MoU antara Rektor ITN Malang, dan Bupati Raja Ampat, di Ruang Rapat FTI Kampus 2 ITN Malang, Rabu (8/7/2026). (Humas ITN for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat menjalin kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang untuk mendukung pembangunan daerah berbasis teknologi, energi terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto ST MT PhD dan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam SIP MM MEcDev di Ruang Rapat Fakultas Teknologi Industri (FTI) Kampus 2 ITN Malang, Rabu (8/7/2026).
Penandatanganan MoU tersebut juga diikuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D/Bappelitbangda) Kabupaten Raja Ampat.
Kerja sama ini menjadi langkah awal pelaksanaan sejumlah proyek strategis pembangunan daerah pada 2026 melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan kalangan akademisi agar arah pembangunan dapat dirancang secara tepat dan berkelanjutan.
"Kami datang untuk kerja sama ke depan. Banyak hal yang nanti sangat kami butuhkan. Ini baru awal. Raja Ampat merupakan salah satu destinasi pariwisata. Bagaimana wilayah ini kita kemas untuk mendukung nama besarnya. Jangan sampai Raja Ampat tinggal kenangan. Maka mulai sekarang kami rancang dengan ITN untuk pengembangannya," ujarnya.
Menurut Orideko, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, seperti stunting, kemiskinan, hingga keterbatasan akses listrik di sejumlah pulau terpencil.
"Masyarakat kami yang belum terjangkau listrik ingin memiliki akses listrik. Ke depan bisa kita rancang satu atau dua kampung terlebih dahulu untuk menjawab harapan masyarakat," katanya.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, menegaskan kampusnya siap mengerahkan berbagai keahlian lintas disiplin ilmu guna mendukung pembangunan Raja Ampat.
Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan sistem kemandirian energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mengacu pada penerapan yang telah berjalan di Kampus 2 ITN Malang.
"Harapannya kemandirian energi ini menjadi proyek dan referensi yang bisa diadopsi bagi Raja Ampat untuk mendukung ekonomi pariwisata sehingga mampu mandiri energi. Potensi Raja Ampat sangat besar dan kami berharap dapat mengembangkannya bersama demi kesejahteraan masyarakat," ujar Awan.
Selain sektor energi, ITN Malang juga menyiapkan master plan pengembangan kawasan Wawiyai sebagai kota baru dengan konsep Integrated Eco Aero-Marine Tourism City.
Konsep tersebut mengusung pengembangan pariwisata bahari premium yang mengedepankan prinsip low density-high value tourism, sehingga aktivitas ekonomi dapat berkembang tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Tenaga Ahli ITN Malang dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Dr Maria Christina Endarwati ST MIUEM, menjelaskan bahwa penyusunan master plan melibatkan berbagai program studi, antara lain PWK, Arsitektur, Teknik Geodesi, dan Teknik Elektro.
Menurutnya, kawasan Wawiyai akan dirancang sebagai pusat aktivitas baru yang menghadirkan kawasan kuliner, seni, budaya, dan wisata malam ramah keluarga untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Selain itu, rancangan tersebut juga mencakup pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi, termasuk bandara di Wawiyai yang terhubung dengan terminal pesawat air (seaplane).
Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar-pulau, menekan biaya logistik, serta mempermudah mobilitas wisatawan.
Melalui kerja sama ini, ITN Malang menargetkan penyusunan dokumen master plan, peta struktur ruang, zonasi, hingga Urban Design Guideline yang dapat langsung dijadikan acuan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam merealisasikan pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian alam Raja Ampat. (***)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri