Lawan Arus Gawai, Masjid Baiturrahmah Sawojajar Hadirkan Literasi Ramah Anak
Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22
Lawan Arus Gawai, Masjid Baiturrahmah Sawojajar Hadirkan Literasi Ramah Anak
Selasa, 20 Januari 2026 - 08:22 | 1097
RBC Institute Abdul Malik Fadjar, Takmir Masjid Baiturrahmah Sawojajar, dan santri PPI-AMF menghadirkan wajah masjid yang berbeda. Selasa (20/1/2026). (Humas UMM for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Derasnya arus gawai yang kian menjauhkan anak-anak dari ruang ibadah, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar bersama Masjid Baiturrahmah Sawojajar, Kota Malang, dan santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) menghadirkan wajah masjid yang berbeda.
Masjid tak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang belajar yang ramah anak melalui kegiatan literasi dan pembinaan akhlak yang digelar pada 18 Januari 2026.
Kegiatan ini menitikberatkan pada pembentukan akhlak dan adab anak sejak usia dini sebagai fondasi pendidikan karakter.
|
Baca juga:
Dua Buku tentang Malik Fadjar Diluncurkan |
Seluruh rangkaian aktivitas dikemas secara sederhana dan menyenangkan agar mudah diterima anak-anak.
Metode yang digunakan meliputi kegiatan berkisah, bermain, permainan edukatif, hingga aktivitas kreatif yang disesuaikan dengan usia dan karakter peserta.
Pemilihan masjid sebagai pusat kegiatan didasari keprihatinan terhadap fenomena anak-anak yang rajin datang ke masjid saat kecil, namun cenderung menjauh ketika beranjak dewasa.
Melalui pendekatan yang ramah dan menyenangkan, kegiatan ini dirancang untuk menjaga kedekatan emosional anak dengan masjid sejak dini, sekaligus menanamkan kesan bahwa masjid adalah ruang yang aman dan membahagiakan.
Koordinator Program RBC Institute Abdul Malik Fadjar, Manda Danastri, menegaskan bahwa kehadiran literasi di masjid merupakan ikhtiar penting untuk menyeimbangkan perkembangan anak di era digital.
“Anak-anak hari ini sangat dekat dengan gawai. Karena itu, masjid perlu dihadirkan sebagai ruang alternatif yang menyenangkan, aman, dan mendidik. Melalui literasi dan pembinaan akhlak, kami ingin anak-anak merasa bahwa masjid adalah rumah belajar yang ramah bagi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara ibu-ibu masjid dan pelajar menjadi kekuatan utama dalam menjalankan program tersebut.
Menurutnya, gerakan literasi akan lebih berdampak jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) PPI-AMF, Azhar Izzudin, menyampaikan bahwa keterlibatan IPM merupakan bentuk kontribusi nyata pelajar dalam kegiatan sosial dan pendidikan masyarakat.
“Kami hadir sebagai relawan untuk membantu kegiatan rutin di masjid. Bersama RBC melalui mobil baca, kami mendampingi adik-adik membaca buku, mengenalkan gambar, dan bermain bersama,” ungkapnya.
Azhar menambahkan, pengalaman mendampingi anak-anak membaca menjadi momen paling berkesan bagi para relawan. Dari interaksi tersebut, pelajar dapat belajar mengenali karakter anak-anak sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Melalui kolaborasi ibu-ibu Masjid Baiturrahmah, RBC Institute Abdul Malik Fadjar, dan IPM PPI-AMF, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif, meningkatkan minat literasi, serta memperkuat kedekatan anak-anak dengan masjid secara berkelanjutan di tengah tantangan era digital. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri