Loading...

Pengunjung

Lulusan Terbaik ITN Malang, Mantan Teknisi Listrik Ini Rancang Solusi Energi Tanpa Baterai

admin

admin

Selasa, 21 April 2026 - 17:38

1093 | Bagikan

Lulusan Terbaik ITN Malang, Mantan Teknisi Listrik Ini Rancang Solusi Energi Tanpa Baterai

admin - Pendidikan

Selasa, 21 April 2026 - 17:38 | 1093

Muhamad Cahyo Samudro salah satu lulusan terbaik ITN Malang. Selasa (21/4/2026). (Humas ITN for JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Siapa sangka, Muhamad Cahyo Samudro yang sebelumnya telah nyaman bekerja sebagai teknisi listrik di Jakarta, kini justru mencatat prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik Program Studi Teknik Elektro S-1 di Institut Teknologi Nasional Malang.

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) ini menuntaskan studinya dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79.

Keputusan Cahyo untuk kembali ke bangku kuliah bukan tanpa alasan. Putra asal Sidoarjo ini menjalankan amanah orang tuanya, Sinto Windoko dan almarhumah Caecilia Kristiowardhani, yang mendorongnya mendalami bidang energi terbarukan.

Bahkan, perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya turut memberikan dukungan agar ia memperdalam keilmuan tersebut.

Pilihan jatuh pada ITN Malang karena kampus ini memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala kampus terbesar di Pulau Jawa.

Selama kuliah, Cahyo aktif sebagai asisten Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) serta terlibat dalam berbagai proyek penelitian dosen.

Puncak perjalanan akademiknya diwujudkan melalui skripsi inovatif yang mengangkat solusi krisis listrik di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Ia merancang sistem gabungan PLTS off-grid dengan teknologi pumped storage.

Konsep ini memanfaatkan energi matahari untuk memompa air ke waduk di dataran tinggi pada siang hari, lalu mengalirkannya kembali pada malam hari untuk menggerakkan turbin seperti pada PLTA.

“Dengan sistem ini, penggunaan baterai tidak lagi diperlukan, sehingga dapat menekan biaya pembelian dan perawatan yang relatif mahal,” jelas Cahyo, yang dijadwalkan mengikuti Wisuda ke-75 Periode I pada 25 April 2026 mendatang.

Meski sempat menghadapi tantangan berupa perubahan basis data yang memaksanya menghitung ulang desain, hasil akhir skripsinya dinyatakan layak.

Bahkan, rancangan tersebut telah direkomendasikan kepada pemerintah daerah setempat sebagai salah satu alternatif solusi energi.

Pengalaman risetnya semakin matang berkat penguasaan berbagai perangkat lunak industri seperti ETAP, AutoCAD, dan SketchUp 3D.

Bekal tersebut membawanya cepat terserap di dunia kerja. Tak lama setelah yudisium, Cahyo langsung diterima di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (FID Pasuruan) sebagai Utility Generator and Boiler Operation.

“Bagi saya, output terbaik seorang sarjana adalah mampu langsung mempraktikkan ilmu yang didapat,” ujarnya.

Alumnus SMKN 1 Singosari ini juga menegaskan bahwa dunia industri memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan teori di bangku kuliah.

Ia mengingatkan bahwa ketelitian sangat penting, karena selisih kecil dalam perhitungan dapat berdampak besar pada aspek keamanan dan operasional.

Cahyo turut membagikan pesan kepada mahasiswa agar tidak hanya berfokus mengejar IPK tinggi.

Dirinya menekankan pentingnya sertifikasi keahlian serta mentalitas pantang menyerah. Mengutip pesan dosen pembimbingnya, Widodo Pudji Muljanto, ia menyebut bahwa seorang teknisi harus memiliki kemampuan manajerial selain keahlian teknis.

“Jangan pilih-pilih pekerjaan, karena kesempatan tidak datang dua kali. Di dunia teknik, tidak ada pekerjaan yang santai. Semua butuh kerja keras dan persistensi,” pungkasnya. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri