Loading...

Pengunjung

Mahasiswa UIBU Gelar Penyuluhan CTPS di Dusun Junwatu, Tingkatkan Kesadaran PHBS Masyarakat

admin

admin

Minggu, 07 Juni 2026 - 05:49

1304 | Bagikan

Mahasiswa UIBU Gelar Penyuluhan CTPS di Dusun Junwatu, Tingkatkan Kesadaran PHBS Masyarakat

admin - Pendidikan

Minggu, 07 Juni 2026 - 05:49 | 1304

Mahasiswa UIBU secara simbolik memberikan cinderamata, usai kegiatan Penyuluhan CTPS di Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kota Batu. Ahad (10/5/2026). (Damayanti for JN)

KOTA BATU, jurnalnusa.com — Mahasiswa Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Berbasis Potensi (PMBP) melalui penyuluhan dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Agenda akademis itu melibatkan masyarakat  RW 03 Dusun Junwatu, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Ahad 10 Mei 2026 lalu.

Program yang dipimpin oleh Dosen Pembimbing UIBU Jasuli MPd iti bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit menular.

Bersama tim mahasiswa UIBU, Damayanti Marsanda, M Rizky Yanuardi, dan Marlince, agenda edukatif ini mendapat sambutan positif dari warga setempat.

Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, serta praktik langsung mencuci tangan menggunakan enam langkah yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Koordinator kelompok PMBP, Damayanti Marsanda, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi masih adanya masyarakat yang belum memahami pentingnya mencuci tangan dengan teknik yang benar dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa mencuci tangan menggunakan sabun merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit infeksi. Kami berharap kebiasaan ini dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Damayanti. Ahad (7/6/2026).

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan materi mengenai pengertian CTPS, manfaat mencuci tangan menggunakan sabun, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, serta risiko kesehatan yang dapat muncul akibat kurangnya menjaga kebersihan tangan.

Tim pengabdi juga menjelaskan bahwa tangan merupakan salah satu media utama penyebaran kuman dan bakteri.

Oleh karena itu, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah beraktivitas di luar rumah, dan sebelum mengolah makanan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan keluarga.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi enam langkah mencuci tangan yang benar.

Peserta diajak mempraktikkan secara langsung tahapan mencuci tangan mulai dari menggosok telapak tangan, membersihkan punggung tangan, sela-sela jari, punggung jari, ibu jari, hingga ujung jari dan kuku.

Menurut Damayanti, antusiasme masyarakat selama kegiatan berlangsung cukup tinggi. Warga tidak hanya aktif mengikuti penyuluhan, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi dan praktik.

“Partisipasi masyarakat sangat baik. Sebagian besar peserta mampu mengikuti seluruh tahapan praktik CTPS dengan benar setelah mendapatkan pendampingan dari tim. Ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara langsung dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya CTPS sebagai bagian dari PHBS.

Warga juga menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi untuk menjaga kebersihan tangan dan menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Keberhasilan program ini turut didukung oleh pengurus RW dan tokoh masyarakat yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan peduli terhadap pencegahan penyakit.

Melalui kegiatan PMBP ini, diharapkan budaya hidup bersih dan sehat dapat terus berkembang di lingkungan RW 03 Dusun Junwatu sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri